Jumat , 03 Maret 2017, 15:47 WIB

Oki Setiana Dewi Ikuti Program Pertukaran Muslim ke Australia

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agung Sasongko
Antara/Agus Bebeng
Oki Setiana Dewi
Oki Setiana Dewi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Artis Oki Setiana Dewi terpilih menjadi salah satu tokoh muda Muslim Indonesia di Muslim Exchange Program 2017.  Oki tergabung di lima orang kelompok pertama, yang akan terbang dan tinggal di Australia selama dua pekan 5-19 Maret 2017.

Bermula dari informasi yang didapat dari rekannya di UIN Syarif Hidayatullah, Oki ikut mengajukan lamaran untuk ikut seleksi di Muslim Program Exchange 2017. Seleksi dilakukan pada Desemeber 2016, tentu dengan berbagai aspek keislaman yang jadi bahan  pertimbangan utama.

Ia merasa, selain riwayat pendidikan keislaman, beragam prestasi dan motivasi turut jadi pertimbangan sebelum melanjutkan ke tahap lain. Tentu, rekomendasi dari tokoh-tokoh dan institusi Islam di Indonesia, jadi bahan pertimbangan lain sebelum menuju sesi wawancara.

Dari 250 peserta yang melamar, Januari 2017 Oki bersama sekitar 25 pelamar yang terpilih mengikuti proses wawancara. Menurut Oki, pertanyaan yang diajukan saat wawancara berada di seputar bidang keislaman yang dijalani selama ini, dan isu-isu keislaman serta perspektif Islam yang ada.

"Akhirnya, dari 250 dan 25 yang diwawancara, terpilih 10 dan saya berangkat bersama kelompok pertama pada 5-19 Maret," kata Oki saat konferensi pers di Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Jum'at (3/3).

Ia mengungkapkan, lewat program ini mereka akan mengunjungi situs-situs Islam di Canberra, Sidney dan Melbourne, dan melihat bagaimana Muslim jalani kehidupan di Australia. Selain itu, Oki berniat mengunjungi situs-situs Yahudi dan Katolik, guna melihat bagaimana kerukunan umat beragama di Australia.

Oki menambahkan, karena sebagian besar tokoh-tokoh dari kelompok pertama yang berangkat berkecimpung di dunia pendidikan, mereka akan melihat pendidikan Islam di Australia. Ia berharap, banyak sistem yang bisa diadopsi untuk bisa ditularkan demi memajukan pendidikan Islam di Indonesia.

"Kami ingin melihat kondisi Islam di sana, kami ingin mengadopsi apa yang didapat di sana, dan pasti pengalaman ini tidak akan terlupakan," ujar Oki.