Minggu, 12 Ramadhan 1439 / 27 Mei 2018

Minggu, 12 Ramadhan 1439 / 27 Mei 2018

Ibnu Sina dan Pengobatan Tulang

Selasa 05 Januari 2016 06:15 WIB

Rep: heri ruslan/ Red: Damanhuri Zuhri

Operasi patah tulang

Buku karya Ibnu Sina

Foto:

Jejak Hidup Sang Dokter

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dunia Barat mengenalnya sebagai Avicenna. Umat Islam menyebutnya dengan panggilan Ibnu Sina namun nama lengkapnya adalah Abu Ali al-Husayn bin Abdullah bin Sina.

Ibnu Sina adalah seorang filsuf, ilmuwan, sekaligus dokter. Bahkan, dunia menjulukinya sebagai Bapak Pengobatan Modern. Ibnu Sina lahir pada 980 M di Asfana daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan.

Kontribusinya bagi dunia ilmu pengetahuan sungguh tak ternilai. Betapa tidak, buah pikir dan karyanya dituangkan dalam 450 buku, sebagian besar mengupas filsafat dan kedokteran.

Tak heran jika George Sarton menyebut Ibnu Sina sebagai ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu.

Hasil pemikiran yang paling termasyhur dari Ibnu Sina adalah The Canon of Medicine atau al-Qanun fi At Tibb. Meskipun secara tradisional dipengaruhi oleh cabang Islam Ismaili, pemikiran Ibnu Sina independen dengan memiliki kepintaran dan daya ingat yang luar biasa.

Berkah itulah yang kemudian membuatnya menyusul para gurunya pada usia 14 tahun. Ibnu Sina dididik di bawah tanggung jawab seorang guru. Kepandaiannya segera membuatnya menjadi kekaguman di antara para tetangganya.

Pada usia lima tahun dia sudah mampu menghafal Alquran. Dia belajar dari mana saja, bahkan dari seorang pedagang sayur sekalipun. Konon, dia mempelajari aritmatika dari seorang pedagang sayur.

Ibnu Sina juga mempelajari ilmu kedokteran dari seorang sarjana yang memperoleh suatu mata pencaharian dari merawat orang sakit dan mengajar anak muda. Kedokteran sudah dipelajarinya sejak usia 16 tahun.

Tak hanya belajar teori, tetapi Ibnu Sina juga belajar banyak lewat melayani orang sakit, melalui perhitungannya sendiri hingga akhirnya menemukan metode-metode baru dari perawatan.

Selain menguasai ilmu kedokteran, pada usia 18 tahun, Ibnu Sina sudah mengantongi predikat sebagai seorang fisikawan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES