Minggu, 12 Ramadhan 1439 / 27 Mei 2018

Minggu, 12 Ramadhan 1439 / 27 Mei 2018

Ibnu Sina dan Pengobatan Tulang

Selasa 05 Januari 2016 06:15 WIB

Rep: heri ruslan/ Red: Damanhuri Zuhri

Operasi patah tulang

Ibnu Sina

Foto: blogspot

Rekomendasi Ibnu Sina buat Para Dokter

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam risalah yang ditulisnya, Ibnu Sina juga membuat sejumlah rekomendasi bagi para dokter yang bertugas mengobati tulang patah.

Sebelum menangani patah tulang, Ibnu Sina menganjurkan agar para dokter memeriksa terlebih dahulu jenis patah tulang yang dialami seorang pasien.

Hal itu, kata Ibnu Sina, harus dilakukan secara cepat. Jika terlambat bisa menimbulkan komplikasi dan pengobatan menjadi lebih sulit, papar sang dokter.

Namun, untuk kasus-kasus tertentu, Ibnu Sina juga menganjurkan agar pengobatan patah tulang ditunda selama lima hari atau lebih, menunggu hilangnya pembengkakan.

Teori yang telah diungkapkan Ibnu Sina itu dalam dunia kedokteran modern disebut Theory of Delayed Splintage. Professor George Perkins, tutur Kaadan, dianggap sebagai pencetus teori itu. Padahal, Ibnu Sina telah mengungkapkannya pada abad ke-10 M.

Untuk patah tulang terbuka yang disertai dengan luka, Ibnu Sina menganjurkan agar pada bagian luka tak dibalut. Ia lebih menganjurkan agar bagian yang luka diberi salep terlebih dulu. Luka-lukanya diharapkan cepat sembuh, sehingga dokter bisa melakukan pengobatan pada bagian tulangnya.

Ada beragam jenis patah tulang dipaparkan Ibnu Sina dalam buku kedokterannya yang sangat monumental. Beragam jenis patah tulang itu, antara lain, patah tulang tengkorak.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES