Senin 27 Apr 2015 07:49 WIB

Masjid Soofi Ladysmith, Warisan Muslim India di Afsel (2-habis)

Rep: Amri Amrullah/ Red: Indah Wulandari
Masjid Soofi Ladysmith
Foto: flickriver.com
Masjid Soofi Ladysmith

REPUBLIKA.CO.ID,Struktur bangunan awal Masjid Soofi Ladysmith terbilang cukup sederhana. Hanya terbuat dari campuran pasir dan semen. Campuran semen pasir dan semen tersebut kemudian dicetak dengan struktur besi seperti beton, dan kembali diplester pada bagian dinding.

Masjid ini kemudian mengalami renovasi dan perluasan setelah lebih kurang 50 tahun berdiri. Renovasi perluasan dan perubahan struktur yang dilakukan pada tahun 1960, juga tetap mempertahankan terjaganya bangunan asli masjid.

Gaya arsitektur masjid ini mengintegrasikan desain muslim tradisional India dan kolonial di Afrika Selatan. Perpaduan ini terlihat dengan pola lengkungan, minaret, pintu dan jendelanya serta kubah yang mencirikan struktur masjid di kawasan anak benua India. Sedangkan bagian arsitektur kolonial terlihat dari beranda dan dinding bangunan masjid.

Ornamen masjid menggunakan hiasan plaster dinding dengan tingkat keahlian yang cukup baik dan kualitas yang tinggi. Sebagian besar struktur baru ornamen menggunakan tambahan asbes dan semen, sedangkan di bagian beranda dan balkon-balkon masjid disempurnakan dengan bata yang berkisi-kisi berbentuk sarang lebah.

Salah satu aspek yang paling menonjol dari struktur asli tetap tak tersentuh di gedung adalah mihrab, ceruk setengah lingkaran di dinding masjid yang menunjukkan arah Ka'bah di Mekah, dan arah Muslim hadapi ketika berdoa.

Kota Ladysmith terletak di dekat kawasan perbatasan selatan kota Johannesberg dan utara kota Durbin. Kota ini didirikan pada 1847 oleh pemukim Boer yang kemudian diambil alih oleh Inggris, nama kota ini berasal dari Istri Gubernur wilayah Cape Colony Spanyol, Lady Juana Maria de los Dolores Smith.

Ladysmith berkembang pada 1886 setelah dibukanya jalur kereta api yang memberikan peran penting pada perekonomian wilayah ini. Dari situ berbagai peristiwa peperangan dan perebutan wilayah terjadi di kaki bukit Dranesberg dekat kota ini sekarang.

Salah satu yang menjadi peristiwa penting adalah perang Inggris dengan koloni Boer asal Belanda. Beberapa bangunan penting peristiwa itu ikut menandai sejarah kota ini, sekaligus menjadi ciri khas kota seperti Patung Gandhi yang menandakan keikutsertakan pasukan Inggris India bertempur bersama pasukan Inggris.

Ada pula Balaikota Ladysmith, Siege Museum dan Masjid Soofi yang menandakan bagian penting bangunan yang telah ada sejak peristiwa tersebut berlangsung.

Kombinasi arsitektur, ornamen dan eksterior warna yang didominasi putih dengan atap berwarna hijau, menjadikan masjid ini menjadi masjid terindah di kawasan selatan negara ini.

Selain aspek kesejarahannya, keindahan arsitektur ini pula yang menjadikan Masjid Soofi dipersembahkan sebagai salah satu ikon di kota Ladysmith bersanding dengan berbagai bangunan bersejarah lainnya di kota ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement