Senin 23 Feb 2015 17:03 WIB

Remaja Lebih Tertarik Gadget Ketimbang Semarakan Masjid

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Agung Sasongko
Sejumlah peserta mengikuti pelatihan fotografi di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Pelatihan tersebut diadakan oleh Remaja Masjid Sunda Kelapa (RISKA).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Sejumlah peserta mengikuti pelatihan fotografi di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Pelatihan tersebut diadakan oleh Remaja Masjid Sunda Kelapa (RISKA).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- ‎Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) , Zamahsari mengatakan, untuk menyemarakkan aktivitas remaja masjid harus dilakukan pemetaan apa yang dibutuhkan oleh remaja agar mereka suka pergi ke masjid.

"Saat ini remaja lebih tertarik bermain gadget dari pada pergi menyemarakkan masjid. Mereka khawatir kalau ke masjid hanya diceramahi," kata Zamahsari, Senin, (23/2).

Seharusnya, ujar dia, masjid dikembalikan ke fungsi awal. Bukan hanya tempat ritual keagamaan saja tetapi juga pusat budaya dan ilmu pengetahuan seperti jadi house of wisdom di Baghdad, Irak zaman dulu.

Pada masa Nabi Muhammad, masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah. Namun juga pusat kebudayaan. "Nabi pernah membawa cucunya ke masjid untuk melihat pertunjukan. Sehingga banyak orang suka pergi ke masjid," ucapnya.

Makanya sebaiknya masjid saat ini dibuat menarik bagi remaja. Misalnya masjid dilengkapi dengan perpustakaan dan internet untuk mengembangkan ilmu pengetahuan para remaja masjid.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement