Kamis 14 Aug 2014 05:46 WIB

Terapi Musik dalam Peradaban Islam (1)

Musik Islam (ilustrasi).
Foto: Huffington.post
Musik Islam (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Wachidah Handasah

Terapi musik merupakan salah satu bukti pencapaian ilmuwan Muslim pada era keemasan.

Seni musik yang berkembang begitu pesat pada era keemasan Islam tak sekadar mengandung unsur hiburan. Para musisi Islam legendaris, seperti Abu Yusuf Yaqub ibnu Ishaq al-Kindi (801-873  M) dan al-Farabi (872-950 M) menjadikan musik sebagai alat pengobatan atau terapi.

Sebenarnya, apa yang disebut dengan terapi musik? Terapi musik merupakan sebuah proses interpersonal yang dilakukan seorang terapis dengan menggunakan musik untuk membantu memulihkan kesehatan pasiennya.

Sejak kapan peradaban Islam mengembangkan terapi musik? Dan, benarkah musik bisa menjadi alat terapi untuk menyembuhkan penyakit?

R Saoud dalam tulisannya bertajuk The Arab Contribution to the Music of the Western World menyebut al-Kindi sebagai psikolog Muslim pertama yang mempraktikkan terapi musik. Menurut Saoud, pada abad ke-9 M, al-Kindi sudah menemukan adanya nilai-nilai pengobatan pada musik.

“Dengan terapi musik, al-Kindi mencoba menyembuhkan seorang anak yang mengalami quadriplegic atau lumpuh total,” papar Saoud. Terapi musik juga dikembangkan ilmuwan Muslim lainnya, yakni al-Farabi (872-950 M).

Alpharabius, begitu peradaban Barat biasa menyebutnya, menjelaskan tentang terapi musik dalam risalah yang berjudul Meanings of Intellect.

Amber Haque (2004) dalam tulisannya bertajuk Psychology from Islamic Perspective: Contributions of Early Muslim Scholars and Challenges to Contemporary Muslim Psychologists, Journal of Religion and Health” mengungkapkan, dalam manuskripnya itu, al-Farabi telah membahas efek-efek musik terhadap jiwa.

Terapi musik berkembang semakin pesat di dunia Islam pada era Kekhalifahan Turki Utsmani. Prof Nil Sari, sejarawan kedokteran Islam dari  Fakultas Kedokteran Universitas Cerrahpasa Istanbul, mengungkapkan perkembangan terapi musik pada masa kejayaan Turki Utsmani.

Menurut Prof Nil Sari, gagasan dan pemikiran yang dicetuskan ilmuwan Muslim, seperti al-Razi, al-Farabi, dan Ibnu Sina tentang musik sebagai alat terapi dikembangkan para ilmuwan pada zaman kejayaan Turki Utsmani.

Mereka, antara lain, Gevrekzade (wafat 1801), Suuri (wafat 1693), Ali Ufki (1610-1675), Kantemiroglu (1673-1723), serta Hasim Bey (abad ke-19 M).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement