Selasa , 07 Februari 2017, 11:13 WIB

MUI Jateng Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kalangan Kampus

Rep: Bowo Priadi/ Red: Dwi Murdaningsih
Antara/M Risyal Hidayat
Narkoba
Narkoba

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ihtiar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah untuk memasukkan materi bahaya narkoba dalam kurikulum pendidikan sekolah dimulai. Menindaklanjuti pembentukan Gerakan Nasional Anti Narkoba (Gannas Annar), MUI Jawa Tengah terus ‘bergerak’ untuk mewujudkan program tersebut.

Sejumlah pimpinan MUI Jawa Tengah beserta pengurus Gannas Annar mulai melakukan audiensi dan sosialisasi kepada kalangan perguruan tinggi (PT) di Kota Semarang. Salah satunya melakukan audiensi dan sosialisasi dengan pimpinan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Senin (6/2).

“Kami telah mengawali sosialisasi dan audiensi dengan Udinus, sebagai kampus yang telah ditetapkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah sebgai kampus pelopor bebas narkoba,” ujar Ketua MUI Jawa tengah, KH Ahmad Daroji, Selasa (7/2).

Menurutnya, sosialisasi ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mewujudkan salah satu program kerja Gannas Annar MUI Jawa Tengah yang ingin memasukkan bahasan bahaya narkoba dalam kurikulum sekolah.

Udinus telah menyandang predikat sebagai kampus antinarkoba sejak tahun 2015. Upaya pihak kampus untuk memerangi narkoba dan bahayanya juga mendapatkan kepercayaan dari BNNP, menjadi Kampus Bebas Narkoba pertama yang ada di Jawa Tengah.

Selain dinobatkan sebagai kampus bebas narkoba pertama di Jawa Tengah, pada Desember 2016 lalu, Rektor Udinus juga diberi penghargaan dari BNN karena dianggap sebagai salah satu tokoh yang giat mengkampanyekan gerakan antinarkoba terutama di lingkungan kampus.

Tentunya usaha untuk menjaga agar kampus tetap bebas dan terhindar dari bahaya narkoba telah dibuktikan di kampus ini dan harus diapresiasi. Untuk itu pihaknya ingin bekerjasama dalam hal memerangi bahaya narkoba ini. “Termasuk dalam rangka mewujudkan kurikulum bahaya narkoba di sekolah,” tambahnya.

Rektor Udinus, Edi Noersasongko mengatakan narkoba serta bahaya yang mengintai generasi muda sudah sepantasnya menjadi salah satu pemahaman yang diberikan kepada para pelajar. Hal ini terkait dengan peredaran narkoba yang kian masif di negeri ini dan telah ‘meracuni’ berbagai kalangan maupun segmen masyarakat. Iapun menyambut positif upaya MUI Jawa Tengah dan Gannas Annar.

“Sehingga kami dapat mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama memerangi narkoba,” kata dia.