Ahad , 22 Januari 2017, 12:22 WIB

Usamah

Red: Maman Sudiaman
Republika/ Wihdan
Ustaz Yusuf Mansur, Pendiri PPPA Daarul Quran
Ustaz Yusuf Mansur, Pendiri PPPA Daarul Quran

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ustaz Yusuf Mansur.

Sabtu, 21 Januari 2017, saya belajar tentang keberkahan yang tiada putusnya.

Adalah Aboy, sahabat saya, pagi-pagi, sekitar pukul 8, ngabarin. "Dubes Arab Saudi datang ke kediaman almarhum Haji Daman..." Sambil beliau mengirimkan foto.

Subhanallah. Saya menangis. Orang besar datang ke kampung, desa. Yang relatif jauh dari Jakarta. Dan ini, Duta Besar. Syeikh Usamah Bin Muhammad al-Shu'aibi.

Saya langsung japri beliau. Memuji beliau. Dan berterima kasih atas perhatiannya dan silaturahimnya ke sahabat saya. Sahabat kami semua.

Duta besar menyampaikan bahwa memang ada rencana datang dan silaturahim. Takdir Allah. Datangnya setelah almarhum wafat. Dengan penuh kerendahhatian, ketawadhuan, Syeikh Usamah menjelaskan, ini adalah kewajiban beliau sebagai seorang Muslim. Dan haknya almarhum serta keluarganya pula, untuk didatangi.

Dan berita besar itu datang. Sebagai salah seorang yang diberkahi Allah dan punya wewenang, Syeikh Usamah, punya kalam bahwa istri almarhum, berikut tiga anaknya berangkat haji tahun ini. Biaya penuh pemerintah Arab Saudi.

Ya Allah, nikmat mana lagi yang kami dustakan? Kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kami. Air mata saya saat menulis tulisan ini, masih menetes.

"Makasih ya Allah. Haji Daman betul sudah wafat. Tapi melebihi orang hidup. Keberkahan beliau juga seakan masih akan bergulir lebih banyak lagi untuk orang sekitar. Beliau sudah wafat. Tapi tetap jadi wasilah istri dan tiga anaknya pergi haji. Semoga sampe terjadinya kelak, diizinkan Allah."

Keberkahan itu masih mengalir. Kali ini untuk orang kampung, tempat Haji Daman dan keluarganya tinggal. Kampung Tulang Kuning, Parung. Syeik Usamah yang mengetahui rencana pendirian dan pengembangan Rumah Tahfidz Bani Zuhri yang menjadi impian almarhum, meminta proposal. "Insya Allah ada bantuan juga."

Allah itu Khoirurroziqiin. Allah sebaik-baik pemberi rezeki. Haji Daman semasa hidupnya, banyak berbuat kebaikan. Sebagai wartawan senior Republika, asli, kebaikannya sangat banyak. Dan itu mendatangkan keberkahan yang keberkahan itu terus mengalir kepada orang-orang di sekelilingnya. Bahkan kelak lebih luas lagi. Yakni saat putra putrinya yang hafidz hafidzah, dan alumni-alumni rumah tahfidznya berkiprah buat semesta raya dan seisinya.

Saya terus memuji Syeikh Usamah atas kebaikannya. Tapi Syeikh menjawab, "Kulluhuu min 'indillaah. Thoma'an bimaa 'indallaahi. Semuanya dari Allah. Berharap yang terbaik saja dari Sisi Allah."

Berikut percakapan WA Syeikh Usamah kepada saya, yang sangat menarik juga bagi saya dan semua Pembaca Republika:

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ

وَوَالِدُهُ شَخْصٌ لَطِيْفٌ اِلْتَقَيْتُهُ فِي بَيْتِ السَّفِيْرِ لِتَغْطِيَتِهِ الْإِعْلَامِيَّةِ لِلْحَدَثِ وَوَعَدَنِي بِزِيَارَةٍ

 

وَلَكِنِّيْ اَنَا زُرْتُهُ بِالْقَبْرِ

 

وَطَلَبَ مِنِّيْ الْحَجَّ السَّنَةَ الْقَادِمَةَ

فَأَصْبَحَ الْحَجُّ لِعَائِلَتِهِ

 

الدُّنْيَا لَيْسَ لَهَا أَمَانٌ

 

Itu (kunjungan itu) adalah kewajiban seorang Muslim terhadap Muslim lainnya.

Dan ayahnya (maksudnya, Haji Daman) adalah seorang yang lembut. Saya bertemu dengannya di kediaman Kedubes saat dia meliput kejadian untuk media dan dia menjanjikan saya bahwa dia akan berkunjung.

Tapi ternyata sayalah yang berziarah ke kuburnya.

Dia juga meminta saya agar dia bisa berhaji tahun berikutnya. Jadi yang dihajikan adalah keluarganya.

Memang dunia tak menjamin keamanan.

Terima kasih Syeikh Usamah. Terima kasih Pemerintah Arab Saudi. Semoga tuan-tuan semua, juga Raja Arab, yang banyak kebaikannya bagi tamu-tamu Allah, senantiasa dilindungi Allah, dan ditambah terus keberkahan, kemuliaan, kesehatan, dan berbagai nikmat hidup.