Senin 16 Feb 2015 17:54 WIB

Kasih Sayang

Yusuf Mansur
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Yusuf Mansur

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ustaz Yusuf Mansur

 

 

 

Seorang pasien, diputuskan harus dilakukan tindakan operasi oleh dokter dan tim medis.Apakah saat dilakukan tindakan operasi itu, dokter dan tim medis disebut kejam? disebut tidak berperikemanusiaan?

 

Kok ga kasian sama itu orang? Disuntik, dibius, dibelek, dibedah, dipotong, digunting, dijahit...Semua sepakat, tindakan itu adalah tindakan yang sepatutnya justru diambil. Agar orang itu selamat.

 

Dan kiranya, walaupun tentu tidak akan menggambarkan sepenuh-penuhnya Kasih Sayang Allah, dari sisi kesulitan, dari sisi kesusahan, dari berbagai ujian, maka semua yang dirasa oleh manusia, itulah juga Kasih Sayang-Nya. Berasal dari Rahman Rahim-Nya.

 

Sebagaimana kita ketahui, bahwa Rahmat Allah, atau yang suka diterjemahkan Kasih Sayang Allah, meliputi segala sesuatu.Bisa dilihat dalam QS al-A'raaf ayat 156 dan Ghaafir ayat 7.

 

Maka bila saat ini kita mendapatkan azab sekalipun, para mufassir dan ulama sepakat, itupun bagian dari Kasih Sayang Allah.Berbilang puluhan episode saya diizinkan Allah membahas ar Rohmaan dan ar Rohiim, di televisi. Dan ga kelar-kelar. Kelewat luas.

 

Sehingga apa yang ada di alam ini, semuanya, juga adalah Kasih Sayang Allah.

Matahari, bulan, bintang-bintang, awan, pepohonan, lautan, binatang-binatang, angin, pasir, debu, semua tanaman, dan apapun, semua adalah Kasih Sayang-Nya. Bahkan keberadaan semua planet dan galaksi lain, adalah juga wujud dari Kasih Sayang Allah kepada semua makhluk-Nya, yang kait mengait.

 

Manusia diberi-Nya akal, pendengaran, penglihatan, rasa, juga adalah Kasih Sayang-Nya.

 

Bahkan, saya pernah mengaji kepada Syeikh Ratib an Nablusi, Ulama Syiria, bahwa amarah manusia, nafsu manusia, sifat-sifat jelek manusia, seperti keserakahan, keinginan untuk memiliki dan menguasai sesuatu, perbuatan jahat, maaf, sebab saking luasnya Rahmat Allah, maka ia disebut juga Rahmat Allah.

 

Tentu perlu pembahasan yang lebih panjang lagi. Karena itu saya katakan, berbilang puluhan episode saya bicara di tevelisi, harian, setiap pagi, ga selesai-selesai bicara tentang Kasih Sayang Allah.

 

Orang-orang beriman, akhirnya mengetahui, menyadari, dan kemudian menikmati, apapun kejadiann, apapun yang terjadi, adalah benar, bahwa ia adalah Rahmat Allah.

Ketika ia disakiti, ketika ia dibenci orang lain, ketika ia dilempar dan dirugikan oleh orang lain, ketika menyadari, bahwa semua itu adalah juga bagian dari Perbuatan Allah, diketahui Allah, dan diizinkan Allah, maka sesungguhnya, di setiap prosesnya ga ada yang jelek. Apalagi di ending (akhir),saat ia kemudian sudah mendapatkan hikmah dari segala kejadian

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement