Jumat 25 May 2018 17:28 WIB

Mengapa Fahri Hamzah Dilarang Berceramah di Masjid UGM?

Takmir masjid menyebut Fahri diperbolehkan ceramah dengan syarat tak dialog.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Teguh Firmansyah
Fahri Hamzah
Foto: Antara/Yudhi Mahatma
Fahri Hamzah

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kabar pembatalan jadwal ceramah Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Masjid Kampus UGM menuai pro dan kontra. Terlebih, ada sejumlah versi cerita yang mengikuti pencoretan sejumlah penceramah tersebut.

Saat menjadi narasumber di Silaturahmi Reformasi yang digelar Pengurus Pusat KAMMI di Jakarta, Fahri mengungkapkan pembatalan yang dianggapnya tiba-tiba. Ia menilai, pembalatan itu karena Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) mendapat tekanan Istana.

Namun, Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Ariani mengatakan, pembatalan tidak cuma dilakukan kepada Fahri Hamzah. Ia turut membenarkan pembatalan kepada dua orang lain, yaitu Ismail Yusanto dan Nopriadi Hermani.

"Kami memandang ada nama-nama yang mengundang pro kontra di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pimpinan universitas beserta takmir sepakat untuk mengganti beberapa nama," kata Iva kepada Republika.co.id, Jumat (25/5).

Semula, Fahri Hamzah dijadwalkan mengisi ceramah Tarawih di Masjid Kampus UGM pada Senin (21/5). Selain itu, Ismail Yusanto dijadwalkan ceramah pada Selasa (17/5) dan Nopriadi Hermani rencananya berceramah pada Senin (28/5).

Iva menolak jika ada tudingan pembatalan beberapa penceramah karena desakan dari pemerintah kepada Rektor UGM Panut Mulyono. Ia menegaskan, pembatalan murni hasil evaluasi dari pimpinan universitas dan takmir Masjid UGM.

"Begitu saja, tanpa ada tekanan dan desakan dari mana pun," ujar Iva.

Namun, jawaban berbeda datang dari takmir Masjid Kampus UGM. Ketua Jamaah Shalahuddin Masjid Kampus UGM, Kiki Dwi Setiabudi, justru menuturkan alasan seperti yang diungkapkan Fahri Hamzah terkait pembatalan sejumlah nama penceramah di Masjid UGM.

Baca juga, UGM Benarkan Pembatalan Ceramah Fahri Hamzah.

Terlebih, lanjut Kiki, Rektor UGM Panut Mulyono pada 18 Mei 2018 malam sebenarnya sudah menyepakati dan mengizinkan Fahri Hamzah mengisi di Masjid Kampus UGM. Saat itu, kesepakatan terjadi dengan syarat hanya di mimbar atau kultum Tarawih, bukan dialog. Mereka justru menyinyalir pembalatan itu terjadi karena pertemuan Rektor UGM dan Menristekdikti.

"Pak Rektor tidak menyebutkan, namun di berita yang beredar, sebelum Pak Fahri Hamzah dibatalkan, Pak Rektor dipanggil oleh Kemenristekdikti. Padahal, sebelumnya, yakni tanggal 18 malam, pimpinan rektor menyepakati dan mengizinkan Fahri Hamzah mengisi di Masjid Kampus UGM," kata Kiki.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement