Jumat 25 May 2018 12:09 WIB

Athian Ali: Muslimah Bercadar Agar Sabar dari Fitnah Teroris

Kiai Athian menegaskan, bahwa cadar dan Islam tidak terkait dengan terorisme.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Andi Nur Aminah
Tokoh Islam KH. Athian Ali Dai
Foto: ROL/Sadly Rachman
Tokoh Islam KH. Athian Ali Dai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) KH Athian Ali meminta umat Islam, khususnya Muslimah yang bercadar, untuk bersabar dari fitnahan dan pandangan negatif terhadap mereka pascaserangkaian insiden pengeboman di Surabaya dan Riau. Kiai Athian menegaskan, bahwa cadar dan Islam tidak terkait dengan terorisme.

Bahkan dalam Islam, menurutnya, ada satu hadist yang menceritakan seorang wanita masuk neraka lantaran mendzalimi seekor kucing. Ia mengatakan, Islam memang tidak mengharamkan dan tidak juga mewajibkan cadar. Karenanya, Muslimah menurutnya memiliki pilihan untuk mengenakan cadar dan mereka harus dilindungi karena itu adalah hak keyakinan mereka.

"Bersabarlah dengan fitnahan ini dan mari bersama bersatu dengan aparat pemerintah membongkar dalang di balik terorisme ini. Dan jalankan keyakinan kita, jangan terpengaruh dengan fitnahan ini," kata Kiai Athian Ali, saat dihubungi Republika.co.id.

Kiai Athian mengatakan, isu terorisme ini bukan hanya fitnah bagi umat Islam yang mengenakan cadar ataupun mengenakan celana cingkrang dan berjanggut. Namun, juga merupakan fitnahan luar biasa bagi Islam.

Ia meyakini, isu terorisme ini sengaja dibuat oleh sang dalang untuk menghancurkan citra Islam. Karena ia yakin, jika para pelaku pengeboman itu tidak mencerminkan nilai-nilai Islam. "Karena citra Islam yang paling nampak mungkin berjanggut, bercadar, mengenakan celana cingkrang. Maka teroris sebagai pelaku juga diciptakan seperti itu, supaya lebih terasa bahwa teroris adalah Islam," lanjutnya.

Dalam hal ini, ia mengapresiasi pernyataan pemerintah yang mengatakan bahwa teroris bukan Islam, melainkan bagian dari ISIS. Sementara ISIS, menurutnya, sudah dinyatakan bahwa mereka adalah ciptaan Yahudi dan Amerika.

Ia mengatakan, anak-anak dari pelaku bom bunuh diri adalah korban yang diciptakan dengan membawa nama Islam. Dengan citra Islam dihancurkan, menurutnya, Amerika memiliki alasan untuk mengobrak-abrik negara-negara Islam guna mempertahankan ekonomi mereka.

Dalam hal ini, Kiai Athian mengajak umat Islam untuk bersatu. Ia yakin, para ulama dan masyarakat siap membantu pemerintah menemukan dalang terorisme ini. Karena umat Islam menjadi korban, lantaran para pelaku seakan-akan memperlihatkan mereka Muslim. "Bersabarlah kita dan meminta aparat pemerintah marilah kita bersatu memberantas terorisme. Kita umat Islam sudah cukup, 16 tahun merasakan fitnah ini," tambahnya.

Sebelumnya, video sosial eksperimen berjudul Ada Apa Dengan Cadar (AADC) yang dibuat Ahmad Zaki Ali, viral di media sosial. Dalam video tersebut, terdapat dua orang perempuan mengenakan cadar dan satu orang lelaki mengenakan celana cingkrang dan berjanggut. Ketiganya memegang kertas bertuliskan "Peluk Saya Jika Anda Merasa Aman dengan Keberadaan Saya".

Eksperimen tersebut memperlihatkan respons yang baik dari orang yang lalu lalang di depan mereka dan lantas memeluk mereka. Video tersebut juga mendapat respons yang baik dan membuat banyak netizen terharu.

Video eksperimen ini dibuat karena mereka yang berpakaian cadar dan celana cingkrang merasa tidak nyaman, karena stigma yang menyamakan pakaian mereka dengan ciri-ciri teroris. Stigma demikian muncul setelah serangkaian insiden pengeboman yang terjadi di Surabaya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement