Saturday, 11 Ramadhan 1439 / 26 May 2018

Saturday, 11 Ramadhan 1439 / 26 May 2018

Menag Minta Masyarakat Hormati Penggunaan Cadar

Rabu 16 May 2018 16:19 WIB

Red: Ratna Puspita

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin

Foto: RepublikTV/Havid Al Vizki
Penggunaan cadar merupakan hak masyarakat, terutama terkait pengamalan ajaran agama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta masyarakat untuk terus mengedepankan sikap toleransi. Termasuk, dia mengatakan, dengan menghormati terhadap penggunaan cadar. 

"Mari kita hormati mereka yang bercadar, seperti kita menghormati mereka-mereka yang menggunakan atribut lain di muka umum," kata Lukman ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta usai menghadiri Silaturahim Kebangsaan Pembinaan Ideologi Pancasila, Rabu (16/5).

Menurut Lukman, penggunaan cadar merupakan hak dari masyarakat terutama berkaitan dengan keyakinan atau pemahaman pengamalan ajaran agama. Lukman menjelaskan hal tersebut menanggapi adanya kabar diskriminasi terhadap perempuan pengguna cadar di Jawa Timur.

Selain itu, Lukman juga meminta para pengguna cadar untuk memiliki pemahaman sosial dalam berinteraksi di masyarakat. Caranya, dia menyebutkan, menyesuaikan pemakaiannya di lingkungan tertentu, seperti institusi pendidikan.

"Jadi pemahaman seperti ini, kedua belah pihak harus bisa saling membangun kesadaran untuk saling menghormati," kata Lukman.

Baca Juga: Ini Alasan Dishub Turunkan Perempuan Bercadar dari Bus

Sebelumnya beredar video di media sosial yang menampilkan seorang perempuan pengguna cadar diminta turun dari bus oleh petugas Dishub di Terminal Gayatri, Tulungagung, Jawa Timur pada Senin (14/5). Menurut keterangan petugas, perempuan bercadar itu melakukan sikap yang mencurigakan karena tidak mau memberikan keterangan kepada petugas terminal.

Kecurigaan petugas bertambah setelah mengetahui perempuan berinisial SAN itu tidak menggunakan alas kaki sejak masuk terminal hingga naik bus jurusan Ponorogo. Menurut pengakuan SAN, dia adalah santri Pondok Pesantren Darussalam, Kelurahan Kampungdalem, Tulungagung.

Kala itu, SAN mengaku ingin pulang ke rumah di Ponorogo tanpa izin kepada pengurus pondok. Petugas Dishub menjelaskan SAN diturunkan karena gerak-geriknya mencurigakan dan bukan karena diskriminasi penumpang lain yang takut karena dia menggunakan cadar.

Baca Juga: Politikus PKS: Jangan Takut dengan Perempuan Bercadar

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES