Sunday, 12 Ramadhan 1439 / 27 May 2018

Sunday, 12 Ramadhan 1439 / 27 May 2018

PWNU Jakarta Minta Muslim Tebarkan Kebaikan

Ahad 08 April 2018 21:51 WIB

Red: Ani Nursalikah

Muslim Indonesia.

Muslim Indonesia.

Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Muslim memiliki kewajiban menyebarkan kebaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta meminta seluruh umat Muslim menebar kebaikan dan tidak menyimpan kedengkian dan permusuhan.

"Kita prihatin saat ini alim ulama dihujat dan dijelek-jelekan. Mereka menghujat KH Ma'ruf Amin sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)," kata Wakil Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Zuhri Yaqub saat memperingati Isra Mi'raj di Wasilatul Fallah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Ahad (8/4).

Sebagai umat Muslim tentu memiliki kewajiban untuk menyebarkan kebaikan agar kehidupan manusia penuh kedamaian dan kerukunan. Selain itu juga umat Muslim wajib memaafkan jika terjadi kesalahan dan tidak menyimpan jiwa dendam dan dengki.

Namun, polemik saat ini para alim ulama yang dihormati dan dimuliakan umat Muslim, tetapi dihujat dan dijelek-jelekan. "Apakah, orang yang menghujat itu tidak melakukan kesalahan?" katanya.

Oleh karena itu, ia meminta umat Muslim menebar kebaikan dan tidak saling mencurigai. Disamping itu, tidak melakukan tindakan provokatif yang bisa memecah-belah persatuan dan kesatuan.

"Kami berharap menghujat yang ditujukan kepada KH Ma'ruf Amin dihentikan. Kita mulyakan alim ulama sebagai pengayom umat," katanya.

Menurut dia, peringatan Isra Mi'raj manusia yang dimuliakan Allah itu bukan karena jabatan, pangkat dan harta seseorang. Namun, orang yang dimuliakan Allah adalah manusia yang bisa memposisikan sebagai hamba Allah.

"Kami berharap peringatan Isra Mi'raj itu dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah," katanya.

Sekertaris Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak KH Akhmad Khudori meminta seluruh umat Muslim agar memaafkan Sukmawati, terkait puisi berjudul Ibu Indonesia yang menuai kontroversi. Sukmawati juga telah sudah mendatangi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'aruf Amin di Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Sukmawati memohon maaf kepada seluruh umat Muslim. Selain meminta maaf, Sukmawati juga berjanji tidak mengulangi perbuatan yang mengundang keresahan umat Muslim.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA