Tuesday, 8 Sya'ban 1439 / 24 April 2018

Tuesday, 8 Sya'ban 1439 / 24 April 2018

Profesor AS Terkesan dengan Dakwah di Indonesia

Sabtu 17 March 2018 19:23 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Janet Steele

Janet Steele

Foto: poskod.my
Steele menemukan semangat pada jurnalis Muslim Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Profesor Jurnalisme Universitas George Washington, Amerika Serikat, Janet Steele mengaku terkesan pada konsep dakwah yang disampaikan responden-respondennya saat melakukan penelitian tentang jurnalisme Islam di Indonesia.

"Saya sangat terkesan dengan dakwah, saya coba ungkapkan dalam bahasa Inggris it is the best way to understand dakwah is it is done to you, adat teman-teman di Republika atau media di Surabaya yang memberikan waktu untuk saya untuk berdiskusi," kata Profesor Steele di Jakarta, Sabtu (17/3).

Steele hadir di Indonesia dalam rangka menghadiri peluncuran buku yang diterjemahkan Penerbit Bentang Pustaka dengan judul "Mediating Islam: Jurnalisme Kosmopolitan di Negara-Negara Muslim Asia Tenggara" yang ditulis berdasarkan penelitiannya selama sekitar delapan tahun di Indonesia dan Malaysia.

Dari diskusi-diskusi yang ia lakukan untuk penelitian tentang jurnalisme Islam, Steele menemukan semangat dakwah dari para jurnalis Muslim di Indonesia untuk menggambarkan prinsip-prinsip dasar jurnalisme dengan ayat-ayat Alquran atau contoh-contoh dari hadis.

Salah satunya, Steele mencontohkan mantan Pemimpin Redaksi Jawa Pos Dhimam Abror memulai dengan kewajiban yang diperintahkan Alquran untuk mengatakan kebenaran kepada orang lain, saat ditanya tentang hubungan keyakinan dan pekerjaannya.

Dari diskusi itu, Steele menjadi mengerti bahwa dakwah bukan hanya yang dilakukan di depan orang banyak, tapi satu pengetahuan pun jika disampaikan kepada orang lain telah masuk definisi dakwah.

"Saya bukan Muslim, tapi saya sangat tertarik dengan agama, dan dengan penelitian yang saya lakukan, saya sangat beruntung dapat mengetahui hal yang tidak diketahui orang Barat," kata profesor yang meraih gelar doktor bidang sejarah dari Universitas John Hopkins, AS, itu.

Begitu pun saat Steele mewawancarai mantan editor Majalah Sabili, media yang dikenal cukup tertutup, Eman Mulyatman. Beliau bersedia membuka pintu redaksinya dan membantu penelitian profesor Universitas George Washington itu.

"Saat itu dia mengatakan bahwa yang dilakukannya termasuk usaha dalam dakwah, jadi saya mungkin tidak setuju semua dengan apa yang dikatakan para wartawan Muslim, dan para wartawan juga mungkin tidak setuju dengan apa yang saya katakan, tapi kami bisa saling belajar dan saling menghormati," kata dia.

Dalam rangka peluncuran bukunya di Indonesia, Profesor Steele juga telah memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan seminar di Pusat Kebudayaan Amerika Serikat di Jakarta "@america".

Buku "Mediating Islam: Jurnalisme Kosmopolitan di Negara-Negara Muslim Asia Tenggara" dalam bahasa Inggris diterbitkan oleh National University Press Singapura dan University of Washington Press Amerika Serikat.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES