Rabu 07 Mar 2018 01:57 WIB

ICMI Dukung Karya Seni untuk Kembalikan Moral Bangsa

Seni dan budaya mampu mewarnai kehidupan manusia secara strategis.

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto
Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshidiqie
Foto: ROL/Fian Firatmaja
Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshidiqie

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Cendikiawan Se-Indonesia (ICMI) menggelar malam pagelaran seni lukis di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Senin (5/3). Pergeraan seni lukis ini berkolaborasi dengan pelukis yang sudah handal dibidangnya, Firdaus Alamhudi.

Acara pergeraan seni lukis tersebut dibuka dan diresmikan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Acara yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini menampilkan banyak sekali karya seni lukis yang memiliki nilai seni yang tinggi.

Mengangkat tema berhubungan dengan Pesona Indonesia, memperlihatkan keunikan dan keindahan lukisan-lukisan karya Firdaus Alamhudi dengan tema nasionalisme, human interest, lingkungan hidup, serta lukisan abstrak. Karya-karya tersebut dibuat dengan berbagai media antara lainnya, cat minyak, akrilik, bulu ungas, dan media-media lainnya.

Ketua Umum ICMI, Prof Jimly Asshidduque juga tampak pada pergelaran seni lukis tersebut. Menurut Jimly, pameran tersebut selaras dengan program kerja ICMI.

Pameran ini selaras dengan program kerja dan gugus tugas ICMI sebagai organisasi yang berorientasi kepada kemaslahatan umat, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan budaya," ujar Jilmy dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (6/3).

Menurut Jimly, seni dan budaya mampu mewarnai kehidupan manusia secara strategis sejak awal peradaban manusia hingga jaman sekarang. Kerena itu, dia pun mendukung karya seni di Indonesia untuk dapat mengembalikan moral bangsa. "Memberikan apresiasi yang tinggi dengan mendukung keberadaan karya seni yang ada di Indonesia, dapat mengembalikan moral dan kebudayaan.

"Terlebih lagi pada jaman sekarang ini yang begitu modern, membuat para warga Indonesia harus mengetahui nilai seni yang sesungguhnya," imbuhnya.

Sementara itu, saat melakukan peninjauan keliling pameran, Firdaus Alamhudi mengatakan bahwa dirinya membuat lukisan bulu dalam pameran tersebut dengan cara meletakkannya satu per satu di kanvas.

"Saya membuat lukis bulu dengan cara satu per satu meletakkannya di kanvas, di sanalah karya seni terlahir," kata Jimly.

Tujuan diadakannya pageraan seni lukis ini untuk memberitahukan seni lukis bulu di Indonesia. Dalam pameran ini pula bernuasa sosial karena sebagaian hasil dari acara ini akan disumbangkan kepada mereka yang sangat memerlukan bantuan dan kepedulian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement