Kamis 22 Feb 2018 05:42 WIB

Teringat Wasiat Sang Guru, Habib Rizieq Tunda Kepulangan

Banyak tokoh, aktivis dan ulama memberikan masukan terkait kepulangan Habib Rizieq.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Didi Purwadi
Pendukung Habib Rizieq berfoto bersama saat menunggu kedatangan Habib Rizieq di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (21/2).
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Pendukung Habib Rizieq berfoto bersama saat menunggu kedatangan Habib Rizieq di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (21/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, menunda kepulangannya ke Indonesia yang semula dijadwalkan pada Rabu (21/2) pagi. Berdasarkan audio dari Habib Rizieq yang diberikan oleh Ketua Presidium 212, Slamet Maarif kepada Republika.co.id, Habib Rizieq memberikan alasan penundaan kepulangannya ke Tanah Air.

Habib Rizieq mengaku dia menemui guru besarnya yang tinggal di Kota Jeddah. Guru besanya tersebut, kata Habib, kembali menyampaikan wasiat agar ia tidak kembali ke Indonesia sebelum mendapat isyarah dan bisyarah.

''Baliau kembali menyampaikan wasiatnya kepada saya, jangan engkau kembali ke Indonesia sebelum mendapat isyarah dan bisyarah yang bagus," kata Habib Rizieq berdasarkan audio yang diterima Republika.co.id, Rabu (21/2).

Baru beberapa hari lalu, guru besar dari Habib Rizieq meninggal dunia di kota Jeddah. Sang guru dimakamkan di Kota Makkah.

''Tentu wasiat beliau selama ini selalu saya perhatikan,'' kata Habib Rizieq dalam audio tersebut.

Selain guru besarnya, kata Habib, banyak tokoh serta aktivis Islam dan Ulama yang memberikan masukan kepadanya terkait kepulangannya tersebut. Tidak sedikit para habait yang memberi nasehat kepada habib Rizieq soal kepulangan tersebut.

 

''Ada juga ulama yang istiwarah di berbagai daerah memberi saran kepada saya. Mereka begitu perhatian kepada saya, semoga Allah selalu memberkahi mereka semua, dan memberi kebahagiaan di dunia dan akhirat," katanya. Dari berbagai masukan tersebut, ia memutuskan untuk menunda kepulangannya ke Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement