Jumat 16 Feb 2018 16:36 WIB

Gubenur NTB Selalu Sempatkan Dakwah di Akhir Pekan

Kegiatan dakwah sudah ia lakukan sejak saat sebelum dan menjabat sebagai gubernur.

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Agus Yulianto
Gubernur NTB TGB Muhammad Zainul Majdi menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Raya At Taqwa, Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (2/2).
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Gubernur NTB TGB Muhammad Zainul Majdi menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Raya At Taqwa, Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (2/2).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Menjadi seorang gubenur tidak berarti membuatnya lupa akan perannya sebagai ulama. Muhammad Zainul Majdi namanya. Lebih akrab disapa dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB).

Gubernur NTB selama dua periode ini dikenal sebagai umara (pemimpin pemerintahan) dan juga ulama di NTB. Di sela-sela kesibukannya sebagai gubernur, TGB selalu menyempatkan diri memenuhi undangan ceramah, tak hanya di NTB, melainkan juga daerah lain pada akhir pekan. Kegiatan dakwah ini sudah ia lakukan sejak saat sebelum dan menjabat sebagai Gubernur NTB.

"Dari dulu saya memang pergi ke mana mana (dakwah), bedanya dulu enggak diliput, sekarang ada yang nulis, jadi (masyarakat) tahu sekarang, padahal dari dulu (dakwah)," ujar TGB di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB, Jumat (16/2)

TGB menyampaikan, agenda ceramah dan silaturahmi ke luar daerah lebih intensif dilakukan pasca-Pilkada DKI Jakarta. Alasannya, TGB melihat dampak panasnya Pilkada DKI Jakarta tidak hanya dirasakan masyarakat di Jakarta, melainkan juga di daerah dan menimbulkan keresahan, adanya ikatan kebangsaan yang kendor, dan adanya upaya yang seakan-akan mendikotomikan antara keislaman dengan keindonesiaan.

"Maksud saya selain berdakwah adalah mengingatkan kita kembali bahwa ikatan keislaman dan keindonesiaan itu tidak boleh dipertentangkan, kita di Islam ada ruang dan waktunya, ruang itu namanya Indonesia, ada tanah yang kita injak ini, Indonesia. Bagian dari muslim yang baik adalah membangun negara yang kita cintai, itu pesannya," lanjut TGB.

TGB enggan memusingkan anggapan sejumlah pihak yang menyebutkan sejumlah kegiatan yang dilakukan untuk menuju Pilpres 2019. TGB menilai, sah-sah saja jika ada orang beranggapan seperti itu dan tidak mempermasalahkan.

 

Menurut TGB, sudah menjadi kewajiban baginya untuk ikut berkontribusi sebagai anak bangsa dalam menjaga dan memperkuat persatuan umat dan bangsa dengan yang dia mampu lakukan. "Biarlah waktu dan sejarah yang akan membuktikan. Biarpun (kontribusi) sedikit, tapi apa yang bisa lakukan untuk menjaga republik ini," kata TGB.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement