Sunday, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 February 2018

Sunday, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 February 2018

Catatan Dakwah di Kota Judi

Rabu 14 February 2018 11:26 WIB

Red: Agung Sasongko

Ustaz Muhammad Amrullah saat berdakwah di Macau.

Ustaz Muhammad Amrullah saat berdakwah di Macau.

Foto: Dok. Pribadi
Banyak tantangan yang dihadapi BMI di Macau

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Oleh: Muhammad Amrullah

Kota Macau, Cina identik dengan wisata permainan kasino. Pemerintah Macau sediakan untuk memberi kepuasan bermain dan kesenangan dalam mengadu nasib, mengapa demikian ?

Karena Kasino yang mereka peruntukkan bagi mereka turis-turis Manca Negara maupun orang lokal yang memiliki uang yang lebih dan dihambur-hamburkan demi kesenangan. Dan pertaruhan dalam bermain kasino memiliki berbagai tingkatan dalam bermain, yang kami amati dan perhatikan mereka memiliki kelas-kelas (tergantung uang di saku dan dompet), mulai dari tingkat Standart, Premium hingga Diamond. Para pengunjungpun dimanjakan dengan suasana yang ada disana.

Setelah seharian berkeliling tamasya ke Venesian, Parisian dan Studio City pada siang harinya. Malamnya kami berkesempatan untuk bersilaturrahiem sekaligus mengisi taklim kegiatan yang ada disana, yang sudah di jadwalkan oleh Pimpinan Majelis Taklim (Matim) dengan rangkaian kegiatan ; Khataman Al-Qur’an 30 Juz, Pembacaan Surat Yasin dan Surat-surat pilihan bagi yang kurang lancar membaca Al-Qur’an, pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW, Zikir Munajat dan ditutup dengan Tausiyah Motivasi.

Dengan mengharap Ridho Ilahi Robbi penuh kekhusu’an dan dan ketenangan dalam berdo’a, kamipun berpesan kepada mereka untuk lebih giat dan bersemangat lagi dalam berkegiatan berjama’ah, seperti silaturrahiem di Mesquita E Cemeterio Macau (Kami berjumpa dengan berbagai saudara Muslim yang bekerja di sana yang berasal dari ; Pakistan, Bangladesh, Mali Afrika Tengah, dan lain-lain).

kami membahas berbagai hal terkait kondisi mereka dan kebijakan-kebijakan para majikan dan berbagai macam kegiatan dalam kebersamaan yang mereka lakukan dari satu majelis ke majelis lainnya. Selebihnya mereka para Buruh Migran Indonesia (BMI) setidaknya memiliki adalah berbagai sifat dan sikap sebagai berikut:

Memiliki ketaatan yang tinggi terhadap perintah Ilahi, dalam arti mereka tetap melaksanakan ibadah rutinitas shalat wajib sebagaimana mestinya yang dikuatkan dengan melaksanakan hal-hal yang sunnah. Seperti : Puasa Senin-Kamis, Qiyamul Lail, Shalat Dhuha, bersedekah, dan amalan shaleh lainnya.

Alhamdulillah mayoritas majikan mereka yang beragama non-Muslim memberikan ruang dan gerak untuk dapat melaksanakan ibadah amaliyah keseharian.

Harus bersifat legowo dalam kondisi apapun, seperti menjaga sifat sabar dalam mengasuh anak-anak majikan, tabah dengan cacian para majikan jika tidak setuju kalau kita melaksanakan shalat, berdisiplin dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan.

Ada hal penting yang harus mereka pikirkan pada masa yang akan datang, setidaknya mereka memiliki ancang-ancang pasca menjadi BMI di negeri orang/negeri seberang. Mereka setidaknya memiliki harapan mulia yang mereka lakukan saat ini adalah demi kepentingan pada masa yang akan datang.

Dengan cara menabung dan menyimpan dari sebagian gaji yang mereka miliki, bisa dibayangkan dengan gaji bersih sekitar 7 Juta-8 Juta setiap bulan (Kalau bekerja 1 Bulan di Makau/Hongkong sama dengan kerja 3 Bulan di Indonesia), kalau laki-laki biasanya lebih banyak dan banyak lebih dari hasil tersebut dengan bisa mencapai 10 Juta-20 Juta, sebab mereka bekerja sebagai staff di hotel, penjaga dan pembersih kebun serta mayoritas menjadi sopir para majikan.

Nilai-nilai keseharian yang di dapat selama sepekan di Hongkong dan Macau ;

1.    Kedisiplinan pribadi yang baik dalam melaksanakan pekerjaan.

2.    Kecepatan dalam melaksanakan tugas dengan gesit, lincah dan proaktif.

3.    Sikap menghargai waktu yang ada dengan bijak dan baik.

4.    Menghormati orang-orang yang ada di sekitar mereka dengan ramah dan santun.

5.    Budaya antri naik kendaraan, apapun itu jenis kendaraannya.

6.    Pekerjaan dan tugas adalah tanggung jawab utama.

7.    Usia tua bukan masalah untuk bersemangat dalam bekerja.

8.    Kebersihan lingkungan selalu terjaga dengan baik dan maksimal.

9.    Memperioritaskan keamanan dan kenyamanan dalam pembangunan gedung bertingkat baru.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES