Selasa 13 Feb 2018 18:02 WIB

Pemda Tanah Tumbu Beri Bantuan 1,5 M ke MUI untuk Palestina

Sumbangan tersebut didapatkan dari warga Tanah Tumbu Kalimantan Selatan.

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda
Ketua MUI KH. Ma'ruf Amin memberikan paparan usai menerima sumbangan untuk Palestina di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (13/2).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ketua MUI KH. Ma'ruf Amin memberikan paparan usai menerima sumbangan untuk Palestina di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (13/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerima donasi Palestina sebesar Rp 1,5 miliar. Sumbangan tersebut didapatkan dari warga Tanah Tumbu, Kalimantan Selatan.

Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin mengatakan sumbangan ini merupakan langkah konkret bangsa Indonesia untuk mendukung kemanusiaan. "Bangsa Indonesia tidak hanya mendukung politik saja tetapi juga finansial dan kemanusian," ujar dia di kantornya, Jakarta, Selasa (13/2).

Kiai Ma'ruf mengatakan sumbangan ini merupakan pertama kalinya yang diterima MUI. Diharapkan akan ada pihak lain yang meringankan beban rakyat Palestina.

"Kita harapkan sesudah ini ada bupati lainnya, ini baru pertama kalinya dari bupati Tanah Tumbu, bulan depan ada lagi sumbangan dari bupati Tanah Tumbu," ucapnya.

Nantinya jika sumbangan telah terkumpul, Kiai Ma'ruf memastikan donasi tersebut akan diserahkan ke Duta Besar Palestina. "Kita koordinasi lewat duta besar saya khawatir tidak sampai, kalau dubes kan wakil negara," ungkapnya.

Sementara Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Mardani H Maming menambahkan dana yang terkumpul merupakan sumbangan masyarakat Banua Kalimantan Selatan. Tanah Tumbu mengadakan konser amal di Banjar Baru.

"Ada Wali dan Power Metal itu kita kumpulkan dana satu miliar 400 juta rupiah dan kita bulatkan jadi satu miliar 500 juta rupiah. Ini pengumpulan dana dari masyarakat Kalimantan Selatan," kata Mardani.

Lanjut Mardani, penggalangan dana untuk Palestina masih akan berlanjut kembali pada 23 Maret mendatang.

"Ada penggalangan dana dan shalawatan, nanti berlangsung pada tanggal 23 Maret di Tapin Kalimantan Selatan. Mudah-mudahan bisa terkumpul lagi seperti yang sudah ada dan diserahkan pada MUI lagi," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement