Rabu 07 Feb 2018 15:36 WIB

PBB Ajak Perangi Islamofobia

Kekerasan atas nama agama tidak sesuai dengan dasar ajaran agama.

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Agus Yulianto
 Kepala urusan Hak Asasi Manusia PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein
Foto: UN Photo/www.un.org
Kepala urusan Hak Asasi Manusia PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islamofobia telah menjadi masalah di berbagai belahan dunia. Melihat hal itu, Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Zeid Ra'ad Al Hussein mengajak untuk bersama-sama memerangi hal tersebut.

"Islamofobia jelas salah. Diskriminasi atas dasar keyakinan dan warna kulit juga salah," kata Zeid Ra'ad Al Hussein di Jakarta, Rabu (7/2).

Zeid mengatakan, diskirminasi merupakan hal yang harus dilawan. Namun, dia menegaskan, untuk memerangi diskriminasi, sebuah negara harus siap untuk mengakhiri diskriminasi di kawasannya sendiri.

Dia mengatakan, kekerasan atas nama agama tidak sesuai dengan dasar ajaran agama, belas kasih dan cinta. Dia mengaku sempat mengundang para pemuka agama dan tokoh masyarakat berbasis agama lainnya di Beirut. Pertemuan itu kemudian menghasilkan Faith for Right untuk menetapkan peran agama dan keyakinan dalam membela hak.

Dia mengatakan, deklarasi tersebut mengacu pada komitmen bersama dalam semua agama dan kepercayaan untuk menegakan martabat dan nilai yang setara untuk semua manusia. Hal itu, dia mengatakan, juga sesuai dengan pasal 1 dalam deklarasi HAM universal.

Sementara, kedatangan Zeid ke Indonesia sekaligus memperingati 70 tahun deklarasi HAM universal. Dia mengatakan, sejak tahun 1998 lalu, Indonesia telah berhasil melakukan transisi demokrasi dan memperkuatnya dengan pertumbuhan ekonomi. Indonesia, dia melanjutkan, merupakan salah satu negara paling progresif di kawasan dalam bidang HAM.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement