Rabu 07 Feb 2018 09:55 WIB

MUI Luncurkan Program UMKM Panen Kacang

Program ini menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi umat.

Rep: Novita Intan/ Red: Esthi Maharani
Seorang petani menunjukkan kacang tanah yang dipanennya
Foto: Antara
Seorang petani menunjukkan kacang tanah yang dipanennya

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA - Menindaklanjuti Kongres Ekonomi Umat, Majelis Ulama Indonesia (MUI), melalui Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI dan KSP menggandeng PT Perhutani dan Garuda Food meluncurkan program Agribisnis Kacang Nasional (AGRIKAS) di Bojonegoro, Jawa Timur.

Direktur PINBAS MUI, Azrul Tanjung mengatakan, ini merupakan upaya pemberdayaan ummat. Realisasi tahap pertama kemitraan ini dibuktikan dengan pelaksanaan Kegiatan tanam perdana kacang tanah di Desa Dander, Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada tanggal 31 Oktober 2017 lalu.

"Program ini menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi umat. Yang melibatkan banyak unsur, antara lain Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam dan Pondok Pesantren," ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Jakarta, Rabu (7/2)

Setelah tiga bulan, kegiatan tanam perdana kacang tanah tersebut telah bermetamorposa menjadi Kegiatan panen perdana kacang tanah pada 5 Pebruari 2018. Hasil panen dari total luas 6.5 hektar sebagai pilot projek awal ini menghasilkan sekitar 3 ton/hektar kacang tanah.

Hasil ini sepenuhnya akan dipergunakan untuk bibit kacang tanah yang kemudian akan ditanam di lahan seluas 2.200 hektar di lahan Perhutani, dengan target hasil kotor sekitar Rp 18 juta per hektar. Dari rencana 2.200 hektar tersebut saat ini telah tertanam seluas 26 hektar.

Menkop UMK Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menyambut positif Program Agrikanas ini. Dengan adanya kemitraan ini kelompok usaha mikro, kecil dan menengah dapat terlibat langsung dalam rantai nilai usaha milik kelompok usaha besar yakni perusahaan seperti GarudaFood Group.

Hal tersebut karena dapat turut membantu mengembangkan para petani dan santri sebagai pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang akan menjadi sumber ekonomi baru di Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement