Rabu, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 Januari 2018

Rabu, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 Januari 2018

Allah Maha Mendengar

Sabtu 13 Januari 2018 06:16 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Agung Sasongko

Kata 'Allah' (Ilustrasi)

Kata 'Allah' (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Allah SWT mempunyai sifat-sifat yang wajib diketahui oleh umat Islam sebagai hambanya. Dalam kitab 'Aqidah al-Awwam karya Sayyid Ahmad al-Marzuki al-Maliki yang ditulis pada 1258 di salah satu babnya membahas sifat-sifat yang wajib dimiliki Allah, yakni sifat jaiz (boleh) dan mustahil bagi Allah. Menurut kitab tersebut, sebanyak 41 sifat Allah yang terdiri atas 20 sifat wajib dan 20 sifat mustahil serta sifat jaiz bagi Allah. Di antara 20 sifat yang wajib dimiliki Allah adalah Mahamendengar dan Mahamengetahui.

Ustaz Subhan Bawazier dalam kajian Bakda Zhuhur dengan tema "Allah Ma ha mendengar" di Masjid Jenderal Sudir man WTC Jakarta,belum lama ini,  menjelaskan tentang hal tersebut. Menurut dia, sebagai umat beriman harus mengetahui bahwa Allah mempunyai sifat tersebut. Ustaz Subhan mengatakan, Allah mendengar setiap doa yang dipanjatkan oleh manusia kepada-Nya. Dia juga mendengar setiap rintihan yang manusia ungkapkan. Karena itu, manusia diminta tidak perlu mengkhawatirkan bahwa setiap doa tidak didengar oleh Allah. "Ada sifat Allah Mahamendengar. Allah men dengar doa atau rintihan. Ketika bangun kondisi menangis. Allah mengetahui di manapun," ujar Ustaz Subhan.

Sifat tersebut, kata Ustaz Subhan, bentuk kebesarannya sebagai pencipta. Hal tersebut yang membedakan dengan makhluknya. Kendati demikian, Ustaz Subhan menilai, belum banyak manusia yang meyakini atas sifat Allah tersebut. Setiap hari, kata dia, Allah mendengar kan doa setiap manusia di dunia. Itu ben tuk kebesaran yang dapat diyakini oleh manusia. Allah juga akan menjawab setiap doa yang dipanjatkan oleh makh luk-Nya. "Setiap doa hamba, pasti dijawab. Kalau enggak dijawab bukan Allah yang salah," katanya.

Semua doa akan dijawab oleh Allah kecuali beberapa hal antara lain jika se seorang memutus silaturahim dan ketika tidak meyakini bahwa Allah tidak men dengar dan tidak melihat. Ustaz Subhan menilai, seseorang yang mengatakan Allah tidak mendengarkan doanya, me reka adalah orang yang tidak mengerti cara agar doanya didengarkan oleh Allah. Mereka juga tidak memahami apa yang membuat Allah tidak mendengarkan doanya.

Namun, tak banyak manusia yang meyakini seratus persen tentang Allah yang Mahamendengar. Karena itu, Ustaz Subhan berpendapat, merapikan akidah adalah cara agar bisa mendapatkan keya kinan tinggi terhadap sifat Allah tersebut. Manusia perlu berusaha meya kini bahwa Allah mendengar setiap apa yang dimintanya dan mengetahui apa yang diingin kan. Dalam kesempatan ter sebut, Ustaz Subhan juga menyerukan agar memperbanyak bersyukur atas nik mat yang di berikan Allah. "Bagaimana kita meyakini, belajar mensyukuri nik mat, jaga nikmat Allah dengan mudah ber syukur jangan kufur," kata Ustaz Subhan.

Dengan begitu Allah akan menambah rezekinya serta menjaga kesehatannya. Ustaz Subhan juga mengingatkan agar manusia menggunakan kesehatannya ter hadap kebaikan yang lebih besar. Se lain itu, manusia diajak untuk meng hin dari kufur. Pasalnya, kufur bertolak be la kang dengan syukur. Kemudian ma nusia agar selalu taat kepada Allah kare na Allah adalah segala-galanya. Apabila itu semua dilakukan maka Allah akan mu dah menjawab setiap doa yang di minta.

Fahri Ardiansyah (27) mengatakan, cukup rutin hadir ke berbagai kajian di be berapa masjid di Jakarta. Fahri yang berprofesi sebagai wiraswasta itu ingin mendapatkan ilmu tentang keislaman melalui memperbanyak hadir ke acara kajian. "Emang sering, kadang di al- Azhar, nyari jadwalnya, buat tambah ilmu saja," ujar Fahri kepada Republika di sela-sela kajian. Fahri mengaku pengetahuan agama Islam sangat minim, se hingga mengikuti kajian adalah salah ca ra memperoleh pelajaran agama Islam. Ia juga sering mengajak anaknya untuk ikut kajian keislaman. Ia berharap tertanam nilai-nilai agama pada anaknya.

Haris, jamaah kajian lainnya, juga meng aku kajian keislaman di sela-sela waktu kerja sangat bermanfaat untuk me nambah pengetahuan. Meskipun ber langsung singkat, namun menurutnya cukup berguna."Baik sih, di sini juga se ring ada kajian-kajian kayak-nya, jadi saya sering ikut, apalagi tempat kerja saya dekat sini," kata Haris, salah satu karyawan swasta di kawasan Sudirman.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES