Jumat 22 Dec 2017 18:34 WIB

Menag: Dzikir Nasional Ajang Muhasabah Diri

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Esthi Maharani
Jamaah mengikuti dzikir / Ilustrasi Republika/Wihdan Hidayat
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Jamaah mengikuti dzikir / Ilustrasi Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersyukur Republika kembali menyelenggarakan Dzikir Nasional selama 16 tahun terakhir.

"Secara rutin penyelenggaraan Dzikir Nasional tentu ini patut disyukuri, kita umat muslim di Indonesia dalam pergantian tahun, mengakhiri tahun dan menyosong tahun akan datang dapat dilakukan dengan berdzikir," jelas dia usai bertemu dengan Panitia Dzikir Nasional, Kamis (22/12).

(Baca juga: Zikir Nasional Republika Momen Doakan Bangsa dan Palestina)

Menurut Lukman dengan berdzikir, berarti melakukan perenungan, evaluasi, intropeksi diri, bermuhasabah selama tahun yang dilalui telah berkualitas. "Selama Berdzikir, kita juga menatap tahun yang akan datang," katanya.

Setelahnya perlu memperbaiki diri kemudian menutupi kekurangan yang ada. Jika dalam perjalanan kehidupan selama setahun sudah baik maka di tahun mendatang harus bisa mengalami peningkatan.

"Semoga dengan Dzikir Nasional ini Allah memberkahi amalan baik kita,"ujar dia.

Lukman berharap Dzikir Nasional tahun ini dapat berjalan lancar dan baik. Selain itu tokoh nasional, ulama, Kyai dan ormas Islam pastinya berkumpul dalam satu tempat untuk bermuhasabah. Dia juga berharap tradisi yang baik ini dapat terus dijaga dan dipelihara. Sehingga kualitas acara dari tahun ke tahun semakin membaik.

"Ceramah-ceramah pembicara, tidak hanya mampu menginspirasi dan memotivasi tetapi juga sekaligus jamaah yang mendengarkan mendapat esensi dari isi ceramah tersebut,"jelas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement