Sabtu , 16 Desember 2017, 04:05 WIB

Siapakah Anak yang Pertama Kali Mengerjakan Shalat?

Rep: Mgrol97/ Red: Agus Yulianto
 Kabah di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi, Selasa (23/10).  (Hassan Ammar/AP)
Kabah di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi, Selasa (23/10). (Hassan Ammar/AP)

REPUBLIKA.CO.ID, Penulis sejarah sepakat, Sayyidah Khadijah binti adalah orang pertama yang memercayai kenabian Muhammad SAW serta mempelajari cara  berwudhu dan shalat. Kesepakatan lain adalah bahwa Ali bin Abi Thalib yang berada dalam asuhan Nabi Muhammad SAW merupakan anak lelaki pertama yang memeluk Islam, berwudhu, dan shalat di belakang Nabi SAW.

Pelaksanaan shalat yang terdiri dari rukuk, sujud, takbir, dan tasyahud adalah perbuatan yang tidak dikenal bangsa Arab dan bangsa lainnya. Seorang lelaki bernama Yahya bin Aff, sahabat dari Abbas bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah SAW menggambarkan saat pertama kali dalam hidupnya menyaksikan shalat umat Islam.

Dikisahkan dari Ensiklopedia Alquran bahwa suatu hari, Yahya bin Afif mengunjugi Ka’bah untuk bertawaf, sebagaimana biasa dilakukan bangsa Arab jahiliah. Di sana, ia menyaksikan Rasulullah SAW tengah mengimami shalat bersama Sayyidah Khadijah binti Khuwailid dan Ali bin Abi Thalib (berusia delapan atau sembilan tahun).

Yahya bin Afif berkata, “Pada masa jahiliah, aku pergi ke Ka’bah dan singgah di  kediaman Abbas bin Abdul Muthalib. Ketika matahari terbit dan menggelantung di langit, aku memandangi Kab’bah. Saat itulah seorang lelaki muda datang. Ia juga menatap langit, lalu menghadap Ka’bah. Tak lama kemudian datanglah seorang anak kecil yang langsung berdiri di sebelah kanan orang pertama tadi.”

Kemudian Yahya mengatakan, ada seorang perempuan menyusul, dia berdiri di belakang keduanya. Ketika lelaki pertama itu ruku, anak kecil dan perempuan itu pun mengikutinya. Kemudian, lelaki muda itu berdiri lagi, kedua orang yang di belakangnya berdiri. Lelaki muda itu merendahkan badannya bersujud yang segera diikuti keduanya.

Menyaksikan itu, Yahya heran, dia bertanya kepada Abbas yang saat itu berdiri di sampingnya, “Wahai Abbas, apa itu? Apa yang dilakukan orang-orang itu? Terasakah oleh Anda bahwa itu merupakan sesuatu yang agung?”

Abbas yang waktu itu belum memeluk Islam menjawab, “Benar, itu pasti sesuatu yang agung.” Abbas lalu menunjuk keponakannya, Nabi SAW, seraya berkata, “Tahukah Anda, siapa orang itu?” Yahya menjawab, “Tidak. Siapa dia?” Abbas meneruskan, “Ia adalah keponakanku.”

“Menurut ceritanya kepadaku, Tuhan Pencipta langit dan bumi yang memerintahkannya melakukan semua itu. Demi Tuhan, yang aku ketahui hanya ketiga orang tersebut yang memeluk agama di seluruh muka bumi. Tentu saja, merupakan sebuah keberanian untuk melakukan perbuatan itu di depan mata manusia,” kata Abbas kepada Yahya.