Jumat , 08 December 2017, 07:51 WIB

Jumat Intifadhah, IKADI Serukan Khatib Berkhutbah Soal Aqsha

Red: Nasih Nasrullah
Republika/Agung Supriyanto
Ahmad Satori Ismail, Ketua Ikatan dai Indonesia
Ahmad Satori Ismail, Ketua Ikatan dai Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (PP IKADI) menyeru segenap dai dan khatib di seluruh Indonesia untuk menjadikan Jumat (8/12) sebagai Jumat al-Intifadhah. Ini dengan mengangkat Masjid al-Aqsha dan Yerussalem Palestina sebagai tema khutbah di seluruh masjid Indonesia.  

Ketua Umum PP IKADI KH Ahmad Satori Ismail mengatakan hal ini sangat penting guna mengingatkan seluruh kaum Muslimin untuk memiliki kepedulian terhadap al-Aqsha sebagai simbol kemuliaan dan kehormatan agama, yang juga merupakan masjid agung ketiga bagi kaum Muslimin di seluruh dunia, setelah  Masjid al-Haram di Makkah dan  Masjid Nabawi di Madinah.

Dia menilai keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengakui secara resmi Al Quds sebagai ibukota Israel, jelas sangat membahayakan bagi Masjid al-Aqsha yang merupakan kiblat pertama umat Islam.  

“Keputusan ini jelas merupakan bentuk pengingkaran kedaulatan Palestina dan melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB serta dapat mengguncang stabilitas keamanan dunia,” kata dia kepada Republika.co.id di Jakarta, Jumat (8/12).

Sebelumnya, seruan serupa juga dikumandangkan Grand Syekh al-Azhar Mesir, Ahmad Thayeb. Dalam seruannya tersebut, Ahmad Thayeb mengajak umat Islam peduli terhadap nasib al-Aqsha dengan berbagai cara. Selain dukungan materi, tenaga, dan tentu pula doa. Grand Syekh juga menekankan agar khatib Jumat hari ini, mengumandankan semangat kecintaan terhadap kiblat pertama umat Islam tersebut.