Jumat , 08 December 2017, 09:30 WIB
Belajar Kitab

Kapan Jin Diciptakan?

Rep: Nashih Nasrullah/ Red: Agung Sasongko
Republika/Prayogi
Ilustrasi Kitab Kuning
Ilustrasi Kitab Kuning

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Dalam kitab yang dicetak oleh al-Azhar, Mesir pada 1358 M dengan judul  Akam al-Marjan fi Gharaib al-Akhbar  wa Ahkam al-Jan dibeberkan secara lugas berbagai jawaban atas pertanyaan seputar Jin. Ihwal penciptaan jin, Syekh Badruddin mengutip pendapat tokoh salaf. Di antaranya Abdullah bin Amr bin al-Ash, ia mengatakan, Allah menciptakan jin 2000 tahun sebelum menciptakan Adam dan keturunannya. Jin didaulat tinggal dan mengurus bumi. Sedangkan, para malaikat menghuni langit dengan kualitas iman dan amal saleh yang jauh di atas bangsa Jin.

Di bagian selanjutnya, Syekh Badruddin menjelaskan, bahan penciptaan jin. Jika manusia tercipta dari sari pati tanah, bangsa jin tercipta dari api neraka. Menurut Qadi Abd al-Jabbar, argumentasi atas fakta ini sangat tekstual. Ini merujuk antara lain surah al-Hijr ayat ke-27 dan surah ar-Rahman ayat ke-15. Karena itulah, fisik jin sangat halus dan bahkan, transparan tidak kasat mata. Mereka melihat manusia, tetapi manusia tak dapat mengindera mereka secara umum. Kendati demikian, ia mempunyai kemampuan menjelma dan berubah wujud dalam bentuk makhluk nyata, seperti binatang atau bahkan manusia.

Ini seperti yang pernah terjadi ketika jin dengan jenis setan menjelma menjadi Suraqah bin Malik bin Ja'syam lalu mendatangi kafir Quraisy, ketika mereka tengah bermusyawarah untuk terjun dalam Perang Badar. Peristiwa tersebut terekam dalam Alquran surah al-Anfal ayat ke-48.

Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu".

Tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.