Jumat , 08 December 2017, 09:00 WIB

Perbanyak Shalawat untuk Baginda Rasulullah

Red: Agung Sasongko
wikipedia
Rasulullah
Rasulullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sang penunjuk dilahirkan/Alam semestapun bersinar/Bibir zaman tersenyum/Alam ruh dan para malaikat di sekitarnya/Saling berbagi kabar gembira untuk agama dan dunia.

Rasa cinta dan kerinduan terhadap sosok Rasul menggerakkan sastrawan tersohor Mesir, Ahmad Syauqi, secara khusus menulis kalimat-kalimat indah menggambarkan kecintaannya terhadap sosok Rasulullah. Gubahan-gubahan puisinya itu terkodifikasikan dalam al-Hamaziyah an-Nabawiyyah.

Islam mengajarkan umatnya menghormati dan mencintai Rasulullah, Muhamad SAW. Bentuk kecintaan dan penghormatan yang bisa diberikan sangat beragam. Rasa cinta kepada Rasulullah dapat diwujudkan dengan mengikuti jalan dan tiap ajaran yang pernah disampaikan.

Selain kepatuhan dan menjalankan risalah yang dibawa Rasulullah, di antara aktualisasi rasa cinta tersebut adalah dengan menghaturkan shalawat untuknya. Shalawat tak lain adalah ungkapan doa dan permohonan agar diberikan syafaat kelak di akhirat.

Sunah bershalawat bukan hanya terbatas untuk manusia, bahkan Allah dan para malaikat bershalawat untuk Rasulullah. Sebagaimana firman-Nya : Sesungguhnya Allah dan malaikatnya bershalawat kepada nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepadanya dan juga ucapkanlah salam (QS. Al- Ahzab [33]: 56).

Antusiasme para sahabat menghadiahkan shalawat kepada Rasulullah sangat tinggi. Diriwayatkan dari Ka'ab bin Ujrah, setelah ayat di atas diturunkan,  para sahabat bergegas menanyakan hal ihwal cara bershalawat kepada Rasulullah. Berbeda dengan tata cara menyampaikan salam, untuk urusan bershalawat para sahabat belum mengetahui secara persis. Kemudian, Rasululah mengajarkan shalawat Ibrahimiyyah. Shalawat yang didalamnya bukan cuma menghadiahkan shalawat untuk Rasulullah, tetapi juga ditujukan untuk Nabi Ibrahim AS dan segenap keluarganya.

Salinan lafal shalawat tersebut berbunyi demikian : Ya Allah, bershalawatlah kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Luas, Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkahi ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Luas.

Perhatian yang dicurahkan para sahabat tersebut menginspirasi Khalifah Umar bin Abd al-Aziz menulis seruan kepada segenap umat. Surat tersebut ditujukan kepada Ibn al-Jauzi. Catatan yang dibuat secara khusus untuk menyerukan kepada umat agar gemar dan memperbanyak bershalawat.

Apalagi, dikatakan sang Khalifah, umat Islam saat ini telah sibuk dengan aktivitas dan rutinitas duniawi sehingga melalaikan akhirat. Masyarakat lebih mengelu-elukan para pemimpin dan pejabat ketimbang menghormati dan mengagungkan Muhammad, Rasulullah. Sampaikan surat saya kepada mereka, dan serukan agar bershalawat kepada para nabi, serta berdoa untuk seluruh umat Islam, lalu hiraukan selain semua itu, tulis dia dalam suratnya.