Kamis , 07 Desember 2017, 17:45 WIB

Industri Kapal di Era Peradaban Islam

Rep: c63/heri ruslan/desy susilawati / Red: Agung Sasongko
gulfnews.com
Industri Kapal Dunia Islam Ilustrasi
Industri Kapal Dunia Islam Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kekuasaan peradaban Islam di masa keemasan terbentang begitu luas meliputi lautan dan daratan. Menguasai lautan merupakan salah satu faktor yang membuat Kekhalifahan Islam menjadi sebuah kekuatan baru dunia.

Tak hanya soal perdagangan maritim, peradaban Muslim pun memiliki armada militer tangguh yang menguasai ganasnya lautan serta samudra. Salah satu bukti tangguhnya peradaban Islam di dunia maritim ataupun di bidang perdagangan dibuktikan dengan begitu banyaknya pelabuhan kecil di pinggir sungai-sungai besar dan di sepanjang pantai daerah teluk dan Laut Merah.

Sedangkan, ketangguhan militer Muslim di lautan ditandai dengan berdirinya galangan kapal angkatan laut yang kokoh di sepanjang Mediterania.

Tak heran, jika peradaban Muslim dikenal sebagai bangsa Maritim yang besar. Sebagai penguasa lautan, kekhalifahan Islam juga menguasai teknologi pembuatan beragam jenis kapal.

Pembuatan kapal pun menjelma menjadi sebuah industri yang besar, terutama di negara-negara Islam. Industri kapal dagang dan kapal perang menjadi primadona. ‘’Salah satu alasan umat Islam begitu mendominasi Mediterania adalah karena keunggulan mereka dalam teknik pembangunan kapal,’‘ ujar Dr A Hakim Murad dalam sebuah artikelnya yang dipublikasikan islamic-study online.

Saking berpengaruhnya kekuatan umat Islam di dunia maritim, istilah galangan kapal dar al-sinna pun menjadi kosakata dalam bahasa Inggris, yakni arsenal.

Menurut Ahmad Y Al-Hassan dan Donarld R Hill dalam bukunya bertajuk, Islamic Technology:An Illustrated History disebutkan bahwa galangan kapal pertama pada era keemasan Is lam dibangun di pulau Rawdah, Sungai Nil, Mesir.

‘’Setelah itu, dibangunlah fasilitas pembuatan kapal di Acre dan Tyre,’‘ ujar Al-Hassan dan Hill. Di wilayah Mesir, terdapat pula galangan kapal lainnya, seperti di Iskandariah, Damietta, dan Fustat. Khalifah Al- Mutawakkil penguasa Kekhalifahan Abbasiyah turut memberi perhatian khusus pada kapal pelabuhan Mesir. Hal serupa dilakukan gubernur Ibnu Tulun (wafat 884 M) yang membuat 100 kapal perang di Rawdah serta banyak kapal kecil.