Kamis , 07 Desember 2017, 01:20 WIB

Kemenag Imbau Pelajar Indonesia tak 'Terjun Bebas' ke Mesir

Rep: Muhyiddin/ Red: Esthi Maharani
EPA/Stringer
 Sebuah gambar ambil yang diambil dari rekaman video menunjukkan orang-orang berkumpul di luar masjid yang diserang di kota utara Arish, Semenanjung Sinai, Mesir, Jumat (24/11).
Sebuah gambar ambil yang diambil dari rekaman video menunjukkan orang-orang berkumpul di luar masjid yang diserang di kota utara Arish, Semenanjung Sinai, Mesir, Jumat (24/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak ditetapkannya state of emergency di Mesir pada April 2017 lalu, aparat keamanan Mesir secara terus-menerus melakukan razia terhadap warga negara asing dalam rangka penertiban keamanan, termasuk terhadap pelajar Indonesia. Karena itu, Kementerian Agama mengimbau kepada pelajar Indonesia agar tidak pergi ke Mesir melalui jalur informal atau 'terjun bebas'.

"Jadi kami mengimbau supaya tidak terjun bebas lah. Apalagi dalam kondisi Mesir yang lagi state of emergency," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (6/12).

Kamaruddin mengatakan, calon mahasiswa Indonesia yang ingin pergi ke Mesir sebaiknya melalui jalur formal Kementerian agama yang selama ini sudah bekerjasama dengan Universitas Al Azhar. Menurut dia, melalui jalur formal ini calon mahasiswa diharuskan mengikuti uji kompetensi, baik dari segi bahasa Arab-nya maupun wawasan keagamaannya.

Dengan demikian, lanjut dia, para calon mahasiswa tersebut tidak berpotensi membuat masalah saat berada di Mesir. Apalagi, sampai bergabung dengan kelompok radikal speerti ISIS. "Jadi mereka-mereka yang terjun bebas itu sangat tidak disarankan. Kan ada juga yang berangkat tanpa sepengatuan kita," ucapnya.

Namun, Kamaruddin meyakini bahwa dalam waktu dekat ini tidak akan ada pengiriman mahasiswa ke Mesir. Pasalnya, kata dia, pendaftaran mahasiswa yang ingin belajar ke Mesir masih sekitar Bulan Juni 2018. "Mudah-mudahan nanti pada saat penerimaan mahasiswa itu kondisi Mesir sudah kembali stabil dan baik, sehingga anak-anak kita bisa belajar di sana," kata Kamaruddin.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri juga telah mengimbau agar pemerintah dan inatansi terkait menghentikan sementara pengiriman mahasiswa Indonesia ke Mesir karena situasi dan prosedur keamanan di negara tersebut belum kondusif.

Sejak ditetapkan keadaan darurat di Mesir, KBRI Kairo telah memulangkan 18 pelajar Indonesia hingga Senin (4/12) kemarin. Data KBRI di Kairo memperlihatkan jumlah WNI di Mesir per Oktober 2017 mencapai 7.594 orang. Dari jumlah tersebut, 4.975 di antara mereka adalah mahasiswa.