Rabu , 06 December 2017, 04:35 WIB

Sahabat Anshar Ini Merobohkan Bangunannya, Mengapa?

Rep: Mgrol97/ Red: Agus Yulianto
Erik Purnama Putra/Republika
Kabah dikelilingi bangunan-bangunan megah dan menjulang di sekitarnya (Ilustrasi)
Kabah dikelilingi bangunan-bangunan megah dan menjulang di sekitarnya (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Salah satu tanda kiamat adalah berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan. Hal itu pernah terjadi pada salah seorang sahabat Anshar. Namun, tak lama kemudian ia merobohkan bangunan itu. Mengapa?

Dikisahkan dari Buku yang berjudul ‘Himpunan Fadhilah Amal’ karya Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi Rah.a, bahwa pada suatu ketika, Rasulullah SAW berjalan ke luar rumah. Ketika sedang berjalan, Beliau melihat sebuah bangunan berkubah mejulang tinggi.

Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabatnya, “Bangunan apa itu?” Para sahabat ra memberitahu bahwa itu adalah bangunan yang baru didirikan oleh seorang sahabat Anshar. Mendengar itu, Rasulullah SAW hanya diam.

Pada saat yang lain datanglah sahabat Anshar tadi menemui Rasulullah SAW dan mengucapkan salam kepada Beliau. Namun, Rasulullah SAW memalingkan wajahnya dan tidak menjawab salamnya. Sahabat itu mengira mungkin salamnya tidak terdengar, sehingga ia mengulangi lagi salamnya. Sahabat Anshar itu heran, lalu ia bertanya kepada para sahabat ra yang ada di tempat itu, “Mengapa Rasulullah SAW berbuat demikian kepadaku?”

Mereka pun menceritakan sebabnya. “Pada suatu hari, Rasulullah SAW berjalan-jalan. Dan di tengah jalan, Beliau bertanya, mililk siapakah bangunan ini?” Mendengar keterangan itu, tanpa membuang waktu, sahabat Ansahr itu segera pergi ke tempat bangunannya. Dia langsung menghancurkannya dan meratakannya tanpa bekas.

Perbuatannya itu, tidak ia kabarkan kepada Rasulullah SAW. Namun, secara kebetulan pada saat yang lain, Beliau (Rasul) kembali melewati tempat itu dan melihat kubah itu sudah tidak terlihat lagi. Rasulullah SAW menanyakan kepada para sahabat. Para sahabat memberitahukan bahwa beberapa hari yang lalu, setelah Beliau tidak memperdulikan sahabat Anshar tersebut, dan setelah mengetahui alasannya, dia langsung menghancurkan bangunan itu.

Rasulullah SAW bersabda, “Setiap bangunan memiliki bencana bagi pemiliknhya, kecuali yang sangat perlu dan sangat terpaksa.” (HR. Abu Dawud)

Hal ini telah tampak dengan jelas di masa sekarang ini. Orang-orang banyak berlomba mendirikan bangunan, merasa bangga dengan ketinggian, luas, dan keindahannya. Namun, yang dilakukan sahabat Anshar ini, langsung merobohkan bangunannya. Sebab, dia tahu bahwa yang dilakukannya salah dan dia tidak rela jika Allah SWT tidak ridha kepadanya.