Selasa , 21 November 2017, 05:55 WIB

9 Komik Superhero Muslim

Rep: umi nur fadhilah/ Red: Esthi Maharani
The 99, serial komik tentang superhero Muslim.
The 99, serial komik tentang superhero Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, Dunia komik memiliki banyak superhero. Perusahaan sekelas DC Comics and Marvel Comics membawa karakter superhero ke layar lebar. Apa peluang beberapa tokoh Muslim dalam komik untuk dihidupkan? Sangat sedikit. Namun, My Salaam menyebut tidak bisa mengatakan tidak terhadap keberadaan superhero Muslim. Setidaknya ada sembilan superhero Muslim

Pertama, Kamala Khan alias Nona Marvel - Marvel Comics. Kita semua mengenal superhero Pakistan, Nona Marvel. Dia diciptakan oleh G. Willow Wilson, Sana Amanaat, dan Adrian Alphono. Kamala adalah putri dari orang tua imigran. Dia menjadi pahlawan. Dia berkarya sebagai pahlawan untuk kehidupan dan sekolahnya. Kepala masjid, Sheikh Abdullah membantu dia menjadi seorang superhero, tanpa Kamala mengetahui kekuatanya. Kostum superhero Kamala dibuat dari burkini yang dibeli ibunya.

Kedua, Simon Baz alias Green Lantern - DC Comics. Simon Baz adalah Muslim pertama menjadi anggota Green Lantern Corps. Warisan Lebanon-nya terinspirasi latar belakang rekan senegaranya, Geoff John sendiri Lebanon. Setelah tragedi 9/11, Baz dianiaya karena etnisitasnya.

Sebagai seorang anak muda, Simon memilih menjadi Green Lantern usai mencoba menyelamatkan seseorang mengendarai mobil curian. Meskipun Simon memiliki banyak masalah sebagai anggota Justice League, saudaranya Sira selalu menjadi pendengar yang baik.

Ketiga, Yusuf Abdullah alias Buraaq Split Moon Arts. Karakter komik ini diciptakan oleh dua bersaudara Adil dan Kamil Imitaz memerangi stereotip negatif terhadap umat Islam. Orang tua Yusuf terbunuh dalam sebuah kejahatan kebencian. Yusuf yang berduka pergi ke padang pasir. Ia menghadapi badai dan hujan meteor. Saat terbangun, Yusuf mendapatkan kekuatan super dan mampu terbang, memiliki kekuatan super dan kemampuan mengendalikan unsur-unsurnya.

Dia menemukan kembali identitasnya dan berhubungan kembali dengan Tuhan dan keyakinan Muslimnya. Sebagai superhero Buraaq, Yusuf terinspirasi untuk membantu orang lain dan melawan orang-orang yang menentang kemanusiaan, keadilan, dan toleransi.

Keempat Sooraya Qadir alias Dust Marvel Comics. Sooraya Qadir adalah mutan yang menjadi anggota X-Men. Soraya lahir di Afghanistan. Dia memiliki kekuatan berubah menjadi zat seperti pasir setelah menyerang pedagang budak yang mencoba melepaskan niqab-nya (bagian wajah dari pakaian yang dikenal sebagai abaya). Soraya dibawa ke markas X-Corporation di India. Ia mengumumkan dirinya dengan kata Arab "Turaab" atau debu. Kata Turaab terjebak dalam dirinya. Itu yang membuat rekanya memanggil Soraya dengan sebutan Dust.

Soraya memilih mengenakan pakaian tradisional Islam karena kerendahan hati. Meskipun ini menyebabkan gesekan antara X-Men dan musuh mereka. Keyakinannya itu memungkinkan Soraya bertahan dalam pertempuran yang sulit. Bahkan, Soraya digambarkan berdoa dan menjawab pertanyaan tentang imannya dari rekan setimnya.

Kelima, Josiah al Hajj Saddiq alias Josiah X Marvel comics. Yosia X adalah rekan Muslim dari Captain America. Ayahnya, Yesaya Bradley diuji serum supersoldier dalam percobaan. Yesaya adalah satu dari sedikit orang yang selamat dari ujian tersebut. Setelah Nazi mencoba mengembangkan percobaan supersoldier, Yesaya dipenjara secara tidak adil. DNA Yaseya diubah. Itu digunakan oleh pemerintah Amerika menciptakan supersoldier baru.

Supersoldier itu adalah Josiah Bradley. Josiah Bradley mengubah namanya menjadi Yosia X dan pergi ke Afrika untuk mencari jati dirinya. Di sana, Jasiah menemukan iman Islam. Sebelum kembali ke Amerika, dia menyelesaikan ziarah suci atau haji dan menjadi menteri Muslim.

Keenam, Bilal Asselah alias Nightrunner DC Comics. Bilal Asselah adalah seorang Muslim keturunan Aljazair-Prancis. Dia dikenal sebagai "Batman Paris". Selama demonstrasi Prancis-Muslim, Bilal dan Aarif dipukuli oleh polisi. Aarif tewas usai saat akan ke kantor polisi. Bilal sadar, baik pemrotes maupun polisi pihak yang salah.

Mahasiswa Aljazair-Prancis itu mengambil pelatihan sebagai atlet parkour dan mengenang temannya sebagai alasan untuk menjadi petugas seks bertopeng, 'The Nightrunner'. Setelah sempat bertemu dengan Batman, Bilal mengetahui dia bisa menjadi simbol tanpa bias ras atau agama. Dengan demikian, Bilal mengambil perannya sebagai Batman Paris.

Ketujuh, Silver Scorpion Sharad Devarajans Liquid Comics. Silver Scorpion adalah hasil sebuah proyek kolaborasi antara perusahaan penerbitan Liquid Comics dan peserta Amerika dan Suriah dari Youth Leadership Ability 2010. Silver Scorpion adalah seorang remaja Muslim bernama Bashir Bari. Setelah kehilangan kakinya dalam kecelakaan, dan kemudian menyaksikan pembunuhan seorang penjahat misterius, Bashir terpilih menjadi penjaga kekuatan yang memungkinkan memanipulasi logam dengan pikirannya.

Komik ini diluncurkan dalam bahasa Arab dan Inggris pada 2011. Silver Scorpion juga menceritakan pahlawan super lain yang cacat atau bertubuh sehat. Mereka bergabung melawan kekuatan jahat yang mengancam dunia. Komik ini mengadung pesan, orang cacat dapat berkumpul dan menjadi kuat.

Kedelapan, The 99 Teskheel Comics. 99 adalah tim pahlawan super Muslim diciptakan oleh Naif Al-Mutawa. Meski, namanya menyiratkan 99 pahlawan, hanya ada selusin anggota tim. Angka 99 mewakili 99 nama Allah SWT dengan kekuatan superhero, berasal dari Ahjar-Al-Noor (yaitu Batu Terang) yang mengidentifikasi dengan atribut nama. Presiden Barack Obama menyebut 99 sebagai respon paling inovatif terhadap sentimen anti Muslim di Amerika Serikat.

Sayangnya, 99 kontroversial berkat penggambaran pahlawan super sebagai identitas dewa Muslim dan karakter berpakaian burka. Serial komik tersebut cepat dilarang di Arab Saudi, dan rencana pembuatan serial animasi untuk tayang di AS tak pernah terwujud.

Kesembilan, Qahera - Webcomic oleh Deena Mohamed. Qahera adalah seorang superhero Mesir berjilbab di Kairo. Dia bertarung dengan misogny dengan pedang. Ia memiliki kemampuan bertarung yang hebat. Qahera digambarkan sebagai sosok cerdas, cepat, dan lucu. Deena Mohamed terinspirasi oleh pengalaman hidupnya ihwal pelecehan seksual dan ideologi penyelamat putih yang dihadapi wanita Mesir setiap hari.

Berita Terkait