Selasa , 21 November 2017, 01:25 WIB
Mengenal Sosok Ibnu Taimiyah, Sang Syaikhul Islam (3-Habis)

Kecintaannya pada Ibadah Luar Biasa dan Menakjubkan

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Agus Yulianto
Wikipedia
Ibnu Taimiyah (ilustrasi).
Ibnu Taimiyah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Ibadah Ibnu Taimiyah begitu luar biasa. Penyebabnya tidak lain adalah kesabaran yang menakjubkan dan kecintaannya pada ibadah yang Allah SWT berikan kepadanya.

Salah seorang muridnya, Ibnual-Qayyim al-Jauziyah menceritakan, satu ketika, aku bertemu dengan Syaikhul Islam di masjid dan melaksanakan shalat Fajar (Subuh) bersama-sama. Setelah itu, ia berzikir menyebut asma Allah SWT hingga menjelang tengah hari.

Kemudian, ia menoleh ke arahku dan berkata, "Inilah sarapanku. Sekiranya aku tidak melakukannya, niscaya kekuatanku melemah". Ia juga pernah berkata, "Tidaklah aku meninggalkan zikir kepada Allah kecuali untuk mengistirahatkan diriku. Ini dilakukan agar dengan istirahat itu aku bisa mempersiapkan diri untuk melakukan zikir yang lain".

Al-Bazzaryang juga murid dariIbnu Taimiyah mengatakan, sang guru mengalokasikan sebagian besar waktunya untuk beribadah. Ibnu Taimiyah tidak pernah menyibukkan diri dengan kesibukan yang dapat melalaikannya dari beribadah kepada Allah SWT, baik yang menyangkut urusan keluarga maupun harta benda.

Pada malam hari, ia mengasingkan diri dari semua orang, menyendiri untuk beribadah dan menundukkan diri kepada Sang Pencipta, membaca Alquran, dan mengulangi berbagai bentuk ibadah siang maupun malam. Setelah malam berlalu, ia berkumpul dengan kaum Muslim dan melaksanakan shalat Subuh secara berjamaah. Sebelum mengimami mereka, ia mengerjakan shalat sunat Fajar.

"Setiap orang yang pernah melihat Ibnu Taimiyah, terkhusus mereka yang sudah berada di dekatnya begitu lama, setuju bahwa tidak pernah melihat orang yang zuhud terhadap dunia seperti dirinya," ucap al-Bazzar.

Mengenai akhlak sang Syaikhul Islam, al-Allamah Imaduddin al-Wasithi mengungkapkan, "Tidak pernah aku lihat pada zaman ini orang yang benar-benar mengamalkan sunah Rasulullah SAW, baik pada perkataan maupun perbuatannya, kecuali pada diri Ibnu Taimiyah. Hati yang bersih pasti akan mempersaksikannya sebagai pengikut sunah Rasulullah SAW".

Ibnu al-Qayyim juga memaparkan keluhuran akhlak dan sikap sifat pemaaf yang dimiliki Ibnu Taimiyah. Bahkan kebaikan pekerti sang imam juga ia tunjukkan kepada orang-orang yang telah berbuat jahat kepadanya. Sungguh, aku tidak pernah mendengar Syaikh (Ibnu Taimiyah) mendoakan keburukan untuk orang lain. "Justru sebaliknya, ia mendoakan mereka dengan dengan kebaikan," tuturnya.

Pernah pada satu hari, Ibnual-Qayyim menemui Ibnu Taimiyah untuk memberi kabar tentang kematian musuh terbesarnya atau orang yang paling memusuhinya. Bukannya menunjukkan rasa senang, Ibnu Taimiyah malah menghardik Ibnu al-Qayyim, mengingkari perbuatan sang murid, dan lalu mengucapkan istirja (innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun).

Setelah itu, ia (Ibnu Taimiyah) langsung pergi ke rumah keluarga musuhnya itu, menghibur mereka, dan berkata Aku akan membantu memenuhi kebutuhan kalian. "Mendengar pernyataan tersebut, mereka senang sekali, sehingga mendoakan kebaikan untuk Syaikhul Islam dan memuliakannya," ungkap Ibnual-Qayyim.

Semoga Allah SWT senantiasa merahmati dan meridhai Ibnu Taimiyah. Aamiin.



Berita Terkait