Rabu , 15 November 2017, 13:51 WIB

Alirsyad Alislamiyyah Fokus Pendidikan, Karakter, dan Akhlak

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agus Yulianto
ROL/Fian Firatmaja
Ketua umum Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah, KH Abdullah Djaidi
Ketua umum Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah, KH Abdullah Djaidi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Alirsyad Alislamiyyah menggelar Muktamar ke-40 di Hotel Sahira, Kota Bogor, Jawa Barat pada 16-18 November 2017. Mengusung tema 'Menyongsong Kebangkitan Alirsyad Sebagai Organisasi Pembaharu dan Moderat', muktamah ini akan fokus membahas lima program.

Kelima program itu adalah penguatan pendidikan, karakter dan akhlak, ekonomi, sosial, dan dakwah. "Di usianya yang ke-103 tahun, PP Alirsyad Alislamiyyah ingin membuat program kerja lima tahun ke depan, memilih ketua umum yang baru, dan menghasilkan sejumlah rekomendasi," kata  Ketua Umum PP Alirsyad Alislamiyyah KH Abdullah Djaidi, Rabu (15/11)

Sebelum pembukaan Muktamar ke-40, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menerima pengurus PP Alirsyad dan jajarannya serta para peserta Muktamar di Istana Bogor pada Kamis (16/11) sekitar pukul 09.00 WIB. Presiden ingin melakukan dialog dengan para peserta Muktamar.

"Setelah itu, pukul 10.00 Muktamar dibuka di Hotel Sahira, menteri agama atas nama presiden akan membuka Muktamar," kata KH Abdullah kepada Republika.co.id, Rabu (15/11).

Narasumber yang akan hadir untuk memberikan materi pada Muktamar, dijelaskan KH Abdullah, dari Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Dalam Negeri. Tiga kementerian tersebut berkaitan dengan organisasi masyarakat (Ormas). Ia menyampaikan, mengenai siapa yang akan menjadi narasumber belum dapat dipastikan. Yang pasti narasumber yang akan hadir mewakili tiga instansi kementerian itu.

Humas PP Alirsyad Alislamiyyah, Ustaz Mansyur Alkatiri menyampaikan, Alirsyad akan melakukan konsolidasi organisasi. Jadi akan mengangkat lagi jati diri Alirsyad sebagai organisasi reformis. Di sektor pendidikan, Alirsyad akan terus melakukan revitalisasi sekolah-sekolah Alirsyad agar terus meningkat mutunya.

"Di bidang dakwah kita akan memperkuat lagi unit dai yang ada, akan ada training dai, agar bisa lahir dai-dai yang reformis dan moderat," jelasnya.

Saat ini, kata dia, jumlah sekolah yang dimiliki Alirsyad ada sekitar 200 sekolah. Mulai dari sekolah TK sampai SMA dan ada satu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan di Cilacap, Jawa Tengah. "Insya Allah ke depan akan merancang pendirian universitas di Jawa dan Sulawesi Tenggara," ujarnya.