Rabu , 15 November 2017, 01:17 WIB

Lomba Baca Kitab Kuning Digelar di Jepara

Red: Esthi Maharani
Antara
Kitab Kuning
Kitab Kuning

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Agama menggelar Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) VI tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Balekambang, Jepara, Jawa Tengah, 29 November-7 Desember 2017.

"MQK adalah ajang perlombaan membaca, menerjemahkan sekaligus menjelaskan kandungan kitab kuning. MQK penting guna memperkokoh kultur akademik keilmuan Islam yang belakangan memperlihatkan adanya tren penurunan di tengah derasnya arus informasi," kata Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ahmad Zayadi dikutip laman kemenag.go.id, Selasa (14/11).

Mengutip data Balitbang dan Diklat Kemenag, Zayadi memaparkan terjadinya penurunan tradisi akademik mempelajari ilmu agama (tafaqquh fiddin). Salah satu penandanya adalah semakin menurunnya minat masyarakat luas untuk mengkaji kitab kuning.

Penurunan kajian kitab kuning, kata dia, berdampak secara langsung terhadap makin berkurangnya ulama-ulama yang menguasai literatur ke-Islaman khas tersebut. Untuk itu, MQK agar bisa menjadi salah satu sarana untuk memelihara minat masyarakat untuk mempelajari kitab kuning.

Ketua Dewan Hakim MQK Nasional VI Said Agil Husein Al Munawwar mengatakan literatur keilmuan Islam menyimpan warisan khazanah intelektual yang sangat kaya. Dengan khazanah keilmuan Islam yang beragam, setiap persoalan kehidupan dibahas secara mendetail dalam kitab kuning baik dari hal mendasar seperti dogma, hukum Islam hingga ketatanegaraan.

Dia berharap gelaran MQK dapat menumbuhkembangkan minat mengkaji kitab kuning secara lebih luas serta meningkatkan munculnya ahli keilmuan Islam yang mampu merespons perkembangan zaman.

"Bayangkan apa jadinya jika Muslim masa kini terputus dari jejaring kitab kuning. Pelestariannya, dengan segala bentuk yang dapat diupayakan, bisa dikatakan sebagai suatu keniscayaan, jika tidak kita katakan kewajiban," katanya.

Sumber : Antara