Selasa 14 Nov 2017 23:25 WIB

Islam Dinilai tak Sesuai Budaya Angola

Rep: Marniati/ Red: Agung Sasongko
Muslimah di Angola.
Foto: blogspot.com
Muslimah di Angola.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menurut Komunitas Islam Angola, terdapat total 60 masjid, sebagian besar di luar Luanda, telah ditutup pada  2013.

Menurut pemerintah setempat, ini lantaran legalisasi status Islam belum disetujui, sehingga proses penutupan masjid akan terus dilakukan.

Pada November 2013, beberapa sumber media melaporkan  bahwa Islam dan sistem kepercayaan lainnya, dianggap bertentangan dengan budaya negara itu dan dinyatakan terlarang di Angola.

Sehingga salah satu langkah yang ditempuh Pemerintah Angola ialah menutup semua masjid.

Namun, pemerintah memastikan tidak ada perang di Angola terhadap Islam atau agama lain.

Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu mengatakan, akan mengirimkan tim pencari fakta untuk mempersiapkan laporan tentang situasi terkini, terkait status agama Islam di Angola.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement