Selasa , 14 November 2017, 21:45 WIB

Adab Saat Bersin dan Menguap, Apa Saja?

Rep: mgrol98/berbagai sumber/ Red: Agung Sasongko
wikimedia
Bersin bisa berkelana sejauh beberapa meter, berdasarkan penelitian.
Bersin bisa berkelana sejauh beberapa meter, berdasarkan penelitian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam Islam semua hal ada aturan dan etikanya. Adab makan, adab bepergian, adab jual-beli dan semua itu dijelaskan dalam firman-firman Allah subhanhau wa ta’ala atau Ash Sunnah.

Tak terkecuali dengan hal kecil, yaitu bersin dan menguap. Sebagian orang mungkin tidak tahu bahwa ada adab atau etika saat melakukan dua hal tersebut. Biasanya saat bersin atau menguap kita langsung mengeluarkannya saja.

Ketahuilah bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mencintai bersin dan membenci menguap karena itu dari setan. Dan Rasulullah sallahu alaihi wa sallam sudah mengajarkan bagaimana etika bersin dan menguap, berikut adabnya:

1. Saat Bersin hendaklah mengucapkan Alhamdulillah dan mendoakan orang yang bersin.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Jika salah seorang di antara kalian bersin maka ucapkanlah, ‘Alhamdulillah’ (Segala puji bagi Allah) dan hendaklah saudaranya atau temannya mengucapkan, ‘Yarhamukallah’ (Semoga Allah merahmatimu). Jika ia mengucapkan kepada orang yang bersin ‘Yarhamukallah’, maka hendaknya orang yang bersin mengucapkan, ‘Yahdiikumullah wa yushlihu baalakum’ (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).”(HR. Bukhari)

2. Saat menguap hendaklah ia menahannya atau menutup mulut dengan tangan, dan jangan sampai mengeluarkan suara “Haa” karena setan akan menertawakannya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda,

“Menguap itu dari setan, jika salah seorang dari kalian menguap maka hendaklah ia menahan semampunya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Said Al Khudri radhiyallahu anhu, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Jika salah seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menutup mulutnya dengan tangan kanan, karena setan akan memasukinya.”(HR. Muslim)

Dalam buku Ensiklopedia Islam Al Kamil yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijiri