Ahad 05 Nov 2017 21:09 WIB

Manifesto Banjarmasin NA Dinilai sebagai Isu Penting

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Elba Damhuri
korupsi (ilustrasi)
korupsi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Umum Pengurus Pusat Aisyiyah Tri Hastuti menilai delapan manifesto Banjarmasin hasil Tanwir I PP Nasyiatul Aisyiyah (NA) merupakan isu sangat penting. Menurutnya, delapan keputusan sudah tepat dijadikan hasil rekomendasi.

"Saya kira isu ini yang harus mendapatkan perhatian dari semua pihak terutama NA sebagai kelompok muda," ujar Tri, Ahad (5/11).

Ia mengatakan, delapan isu tersebut sesuatu yang harus diselesaikan saat ini dan akan datang. Misalnya, rekomendasi gerakan menyetop perbuatan korupsi. Pencegahan terhadap praktik korupsi merupakan hal penting dilakukan ke depannya.

Pendidikan antikorupsi kepada keluarga, kata Tri, adalah langkah strategis untuk dilakukan. Gerakan kultural melawan korupsi bisa dilakukan dari level keluarga. Misalnya orang tua menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada anak dengan seperti sikap jujur dan tidak hidup dengan gaya hedonis.

Selain itu, lanjut Tri, kesetaran hubungan antara suami istri juga penting guna mengantisipasi praktik korupsi. Menurut Tri, istri harus berani menanyakan kepada suami atas harta yang didapatkan secara tidak wajar.

Tri juga menanggapi rekomendasi NA terkait gerakan pemenuhan gizi nasional bagi perempuan dan anak. Tri berpendapat isu ini juga penting, khususnya bagi para remaja. Pasalnya, saat ini masih banyak remaja yang mengalami kekurangan gizi.

Remaja juga kurang memiliki pengetahuan yang cukup tentang pentingnya gizi. Padahal itu sangat penting untuk masa depannya sebagai calon ibu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement