Ahad , 22 October 2017, 18:41 WIB

Kampung Quran Bandung Gelar Sanlat Akhir Tahun

Rep: Syahruddin El-Fikri/ Red: Irwan Kelana
Dok KQLC
Pemandangan dan fasilitas di Kampung Quran Learning Center (KQLC) Bandung.
Pemandangan dan fasilitas di Kampung Quran Learning Center (KQLC) Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kampung Quran Learning Center (KQLC) Bandung akan menggelar pesantren kilat (sanlat) akhir tahun 2017 mendatang. Sanlat direncanakan diselenggarakan pada 17 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018.

Pimpinan Kampung Quran Learning Center (KQLC) Bandung, Ustaz Iksan Malik menjelaskan, penyelenggaraan sanlat akhir tahun ini dimaksudkan untuk membentuk generasi muda Muslim yang senantiasa berpedoman dan berkarakter Alquran.  “Tema besarnya adalah membentuk generasi muda Qurani yang berkarakter,” ujar Ustadz Iksan kepada Republika.co.id  awal pekan ini.

Sanlat akhir tahun tersebut, lanjut  Iksan, digelar dalam dua gelombang dengan empat kategori. Gelombang pertama dilaksanakan pada Ahad (17/12/2017) hingga Senin (01/01/2018). “Selama 15 hari pelaksanaan,” ujarnya.

Sedangkan gelombang kedua dilaksanakan pada Sabtu (23/12/2017) hingga Senin (01/01/2018), atau selama 10 hari. “Semuanya dilaksanakan di Hotel Narima, Lembang, Bandung,” terangnya.

Adapun untuk kategori atau kelompok umur dalam pelaksanaan sanlat ini, lanjutnya, adalah kelompok SD kelas 1-3, kelompok SD kelas 4-6, kelompok SMP dan SMA, serta kelompok atau kategori mahasiswa.

Materi atau program yang diajarkan selama sanlat, kata Iksan,  meliputi sejumlah materi yang berkaitan dengan Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW. Di antaranya, meneladani Sunnah Rasulullah seperti berenang, memanah, dan berkuda. Juga materi tentang pembiasaan adab-adab Rasul SAW, menumbuhkan kecintaan kepada Alquran,  memperbaiki bacaan Alquran, menghafal Alquran sebanyak satu juz dan surah-surah pilihan, serta Management Character Building (MCB).

Salah satu materi yang juga diajarkan dalam kegiatan Sanlat Akhir Tahun KQLC ini, adalah soal adab dalam menuntut ilmu, termasuk adab kepada guru. Adab menuntut ilmu itu antara lain, mengikhlaskan niat untuk Allah SWT, hanya takut kepada Allah, tidak menentang hukum-hukum Allah, dan senantiasa berdoa kepada Sang Maha Pencipta.

Sedangkan adab murid kepada guru antara lain bahwa murid harus selalu menghormati guru, duduk dengan sopan, tidak bersandar, tenang dan perhatian kepada guru/ustadz, serta bertutur kata yang baik dan santun.

“Terkait adab murid pada diri sendiri adalah senantiasa menjauhi segala doa, tidak sombong apalagi malu dalam menuntut ilmu, selalu bersabar, dan mengamalkan setiap ilmu yang dipelajari,” papar Ustaz Iksan Malik.