Ahad 22 Oct 2017 17:05 WIB

KH Ma'ruf Ajak Santri Jihad Lawan Kesenjangan Ekonomi

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Elba Damhuri
Puluhan ribu santri asal Sidoarjo mengikuti kegiatan ngajik kitab kuning bersama dalam rangka memperingati hari santri di GOR Delta Sidoarjo, Jalan Pahlawan, Magersari, Sidoarjo, Ahad (22/10).
Foto: Dadang Kurnia/Republika
Puluhan ribu santri asal Sidoarjo mengikuti kegiatan ngajik kitab kuning bersama dalam rangka memperingati hari santri di GOR Delta Sidoarjo, Jalan Pahlawan, Magersari, Sidoarjo, Ahad (22/10).

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Rais Aam Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma'ruf Amin mengungkapkan digelarnya kegiatan "ngaji bareng Kitab Nashoihul Ibad" untuk menghidupkan semangat jihad para santri. Karena, menurut KH Ma'ruf, melalui kitab kuninglah lahir semangat jihad santri dan terefleksikan perjuangan para santri dalam mengusir penjajah.

Namun demikin, semangat jihad yang harus dimiliki para santri saat ini bukanlah jihad secara fisik. Melainkan jihad terhadap pemikiran yang sifatnya radikal dan intoleran. Karena pemikiran tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan di Indonesia.

"Kita harus mengawal negeri ini dari pemikiran-pemikiran yang destruktif, yaitu pemikiran intoleran dan kelompok radikal," kata KH Ma'ruf di GOR Delta Sidoarjo, Jalan Pahlawan, Magersari, Sidoarjo, Ahad (22/10).

Semangat jihad lainnya yang harus dimiliki santri adalah jihad melawan kesenjangan slosial yang dapat menimbulkan kecemburuan. Karena itu, kata dia, santri harus berjuang menghilangkan kesenjangan ekonomi yang ada di masyarakat saat ini.

"Karenanya pesantren kita arahkan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat dan ini menjadi arus baru ekonomi Indonesia," ujar Maruf Amin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement