Sabtu , 21 October 2017, 10:02 WIB

Nahdliyin 'Guyur' Bumi dengan Shalawat Nariyah

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agus Yulianto
Republika/ Yasin Habibi
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini (kiri), bersama Ketua LP Maarif NU Pusat Arifin Junaidi memberikan keterangan kepada wartawan (Ilustrasi)
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini (kiri), bersama Ketua LP Maarif NU Pusat Arifin Junaidi memberikan keterangan kepada wartawan (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) beserta Nahdliyin di seluruh Indonesia bahkan di mancanegara, akan serentak membaca shalawat Nariyah, malam ini. Pembacaan satu miliar shalawat Nariyah ini sudah dilakukan untuk kedua kalinya. Tahun lalu hal yang sama telah dilakukan oleh Nahdliyin di seluruh Indonesia.

"Tahun lalu kita Alhamdulillah diberi kelancaran saat melakukan pembacaan satu miliar shalawat Nariyah serentak di seluruh Indonesia. Tahun ini kita juga melibatkan teman-teman PCINU di seluruh dunia. Jadi Insya Allah Nahdliyyin akan mengguyur langit, bukan saja langit Indonesia, namun juga langit dunia, dengan lantunan shalawat Nariyah," kata Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini kepada Republika.co.id, Sabtu (21/10).

Ia mengatakan, pembacaan satu milyar shalawat ditujukan untuk bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang aman, makmur, adil dan berkah. Lewat lantunan shalawat Nariyah, segenap Nahdliyin diajak untuk mendoakan keselamatan bangsa.

"Kami di Nahdlatul Ulama memiliki cita-cita untuk menunaikan amanat Pendiri NU agar terus berusaha menjaga harmoni dan kesejukan berbangsa. Kami ingin mewujudkan cita-cita baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur (negara yang aman damai sentosa dan dirahmati Allah)," ujarnya.

Rencananya, acara pembacaan satu miliar shalawat Nariyah akan dimulai pada pukul 19.00 serentak di masjid, pesantren, kampus dan majlis-majlis pengajian. Adapun titik pusat pembacaan satu miliar shalawat Nariyah akan dilangsungkan di Masjid Jami KH Hasyim Asy'ari, Jakarta Barat.