Rabu , 18 Oktober 2017, 13:37 WIB

Pemuda Muhammadiyah se-Aceh Kecam Pembakaran Masjid

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto
Republika Online/Mardiah
Pembakaran masjid (ilustrasi)
Pembakaran masjid (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemuda Muhammadiyah se-Aceh mengecam keras pembakaran Masjid At Taqwa Muhammadiyah di Desa Sangso, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen pada Selasa (17/10) malam. Karena itu, aparat kopolisian pun diminta untuk mengungkap pelaku pembakaran yang dilakukan malam hari itu.

"Kami atas nama Pemuda Muhammadiyah se-Aceh mengecam keras peristiwa pembakaran areal tapak masjid dan balai di lokasi pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah Samalanga," ujar Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Aceh, Munawar Syah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/10).

Dia mengatakan, Pemuda Muhammadiyah Aceh meminta pihak kepolisian mengusut dan menindak para pelanggar hukum ini. Dia menceritakan, pihaknya mendapatkan informasi pembakaran masjid tersebut dari Pengurus Cabang Muhammadiyah Samalanga.

Pada Selasa (17/10) pagi, menurut dia, saat itu warga dan pengurus Muhammadiyah bergotong royong membangun tiang-tiang Masjid Taqwa Samalanga yang berlokasi di Gampong Sangso. Dalam pembangunan tersebut juga dihadiri oleh Kapolsek, Koramil, dan Camat Samalanga.

Namun, kata dia, setelah selesai pengecoran tiang-tiang masjid, tepatnya setelah Isya', lalu terjadilah pembakaran areal tapak masjid dan balai pengajian yang berada di lokasi pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah Samalanga tersebut oleh orang-orang intoleran dan krisis akhlaknya. "Sungguh tega mereka merusak dan membakar tiang-tiang masjid rumah Allah dan balai pengajian saudara muslimnya," ucapnya.

Kendati demikian, Pemuda Muhammadiyah tetap mengimbau kepada Angkatan Muda Muhammadiyah dan Anggota warga Muhammadiyah Bireun untuk tetap bersabar, tenang dan selalu mengedepankan penyelesaian secara beradab dan bermartabat.

"Kita sangat tidak sepakat dengan prilaku intoleran, kita juga tidak bisa membiarkan kesewenang-wenangan ini, tetapi kita tetap dapat santun menyelesaikan dengan mengedepankan hukum dan ukhuwah," kata Munawar.