Ahad , 08 October 2017, 06:58 WIB

PBNU Instruksikan Fasilitas Bangunan NU Ramah Disabilitas

Rep: Muhyiddin/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/Rakhmawaty La'lang
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar (Munas/Konbes) Nahdlatul Ulama akan digelar di Lombok pada akhir November 2017 mendatang. Dalam agenda besar ini, NU akan mengangkat isu disabilitas sebagai dorongan untuk pembangunan Indonesia secara menyeluruh.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengatakan, regulasi tentang disabilitas penting untuk memastikan terpenuhinya hak warga dan persamaan di muka umum. Karena itu, menurut dia, NU mengintruksikan semua fasilitas yang dikelola warga NU harus ramah disabilitas. "Madrasah, masjid, rumah sakit harus ramah disabilitas," ujar Kiai Said di Pondok Pesantren al-Tsaqafah, Ciganjur Jakarta Selatan, belum lama ini.

Menurut Kiai Said, untuk mengawal terus isu disabilitas ini, dalam Munas NU nanti akan didatangkan perwakilan dari seorang disabilitas sebagai referensi sebelum mengambil keputusan. "Disabilitas bukanlah kekurangan. Buktinya, Gus Dur dengan segala keterbatasan penglihatannya mampu membuktikan bisa menjadi Presiden keempat RI," ucapnya.

Sementara itu, salah satu Ketua Bidang PBNU, Marsyudi Suhud menjelaskan bahwa kegiatan Munas tersebut sampai saat ini masih terus dipersiapkan. Menurut dia, selain isu disabilitas, nantinya PBNU juga akan mengupas isu-isu keagamaan.

"Nantinya akan ada Ba'tsul Masail yang mencakup beberapa hal dan juga mengevaluasi program-program Muktamar yang diamanahkan PBNU. Selain mengevaluasi program juga tentu mengesahkan program berikutnya untuk dijalankan," kata Marsyudi saat ditemui Republika.co.id di Kantor PBNU.