Rabu , 11 October 2017, 09:10 WIB

Mengenal Abu Hurairah, Sahabat Terbanyak Meriwayatkan Hadis

Red: Irwan Kelana
Dok Masjid Alumni IPB
Masjid alumni IPB Bogor setiap hari menggelar kajian Islam. Khusus hari Rabu, masji tersebut menggelar kajian sirah Nabawiyah dengan nara sumber Ustadz Hepi Andi Bastoni.
Masjid alumni IPB Bogor setiap hari menggelar kajian Islam. Khusus hari Rabu, masji tersebut menggelar kajian sirah Nabawiyah dengan nara sumber Ustadz Hepi Andi Bastoni.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Di antara shahabat Nabi Muhammad SAW yang sering dijadikan sasaran tembak bagi musuh-musuh Islam untuk menggerogoti Islam dari dalam adalah Abu Hurairah ra. Dengan alasan kebersamaan Abu Hurairah ra yang amat singkat dengan Nabi SAW, mereka mengabaikan hadis-hadis yang dia riwayatkan. Padahal, jika Abu Hurairah dicoret dari sumber periwayatan hadis, akan ada 5.374 hadis yang hilang. Bagaimana penjelasannya?

Hal inilah yang akan dikupas oleh Ustaz Hepi Andi Bastoni dalam kajian Sirah Shahabat The Series di Masjid Alumni IPB, Botani Square, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/10) ba’da Maghrib. “Pada kajian seri ke-83 ini Ustaz Hepi Andi Bastoni akan membahas tentang Abu Hurairah, seorang sahabat yang terbanyak meriwayatkan hadis,” kata Ketua DKM Masjid Alumni IPB Ustaz Iman Hilman kepada Republika.co.id, Rabu (11/10).

Dalam pengantar kajiannya yang diterima Republika.co.id, Ustaz Hepi Andi Bastoni menyebutkan, ada beberapa hal terkait Abu Hurairah yang akan dibahas pada kajian kali ini. Pertama, pada masa jahiliyah, nama Abu Hurairah adalah Abdu Syams. Setelah masuk Islam, namanya diganti oleh Nabi SAW  dengan nama Abdullah atau Abdurrahman. Lalu mengapa ia dipanggil Abu Hurairah yang artinya bapak kucing kecil?

Kedua, Abu Hurairah pernah diutus Nabi SAW  bersama Al-Ala bin Abdillah Al-Hadrami berdakwah ke Bahrain. Ia juga bersama Quddamah diutus menarik jizyah (pajak) ke Bahrain, sambil membawa surat ke Amir al-Munzir bin Sawa at-Tamimi. Karena itu, Khalifah Umar bin Khattab  pernah mengangkatnya menjadi gubernur Bahrain. Tapi, pada 23 H, Umar memecatnya! Mengapa? Apa kesalahan Abu Hurairah?

Ketiga, pada kesempatan lain, Khalifah Umar pun pernah melarangnya meriwayatkan hadits. Padahal, Abu Hurairah dikenal sebagai orang yang kuat hafalannya. Apa alasan Umar? Lalu, benarkah Umar pernah memanggilnya dengan “aduwallah”,  musuh Allah?

“Kami mengundang kaum Muslimin menghadiri kajian Shirah Shahabat di Masjid Alumni IPB. Kajian ini terbuka untuk umum dan gratis,” ujar Iman Hilman.

Ustaz Hepi Andi Bastoni adalah mantan wartawan Majalah Islam Sabili yang kini sedang merampungkan S3-nya di sebuah perguruan tinggi di Bogor. Ia juga aktif menulis buku-buku bertema Sirah Nabawiyah. Buku 101 Shahabat Nabi Jilid 1 dan 2 karyanya sempat best seller hingga belasan kali cetak ulang.