Selasa 26 Sep 2017 12:19 WIB

Mayoritas Warga Inggris Setuju Profil Rasial Terhadap Muslim

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agus Yulianto
Warga menyalakan lilin mengenang korban serangan di gedung parlemen Inggris di Trafalgar Square, London (Ilustrasi)
Foto: AP Photo/Matt Dunham
Warga menyalakan lilin mengenang korban serangan di gedung parlemen Inggris di Trafalgar Square, London (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Mayoritas warga Inggris setuju dengan profil rasial terhadap orang Arab dan Muslim. Profil rasial penggunaan ras atau etnis sebagai alasan mencurigai seseorang.

Berdasarkan hasil jejak pendapat Arab News/You Govyang diikuti 2.142 orang dewasa, ditemukan bahwa penduduk Inggris memiliki perasaan yang kuat kepada isu-isu penting di Timur Tengah. Termasuk perang melawan Daesh (ISIS) dan perang di Irak. Namun, 81 persen orang mengakui tidak mengetahui secara pasti tentang dunia Arab.

Dari jejak pendapat tersebut ditemukan,sebanyak 69 persen orang yang menjadi responden berpikir bahwa Inggris harus membatasi pengungsi dari Suriah dan Irak. Salah satu temuan utama dari jajak pendapat yang dilakukan bersamaan dengan Dewan Pengertian Arab-Inggris (CAABU). Yakni, 55 persen orang Inggris yang menjadi responden setuju dengan profil rasial terhadap orang Arab dan Muslim karena alasan keamanan.

Hasil survei penduduk Inggris terhadap dunia Arab dipublikasikan Arab News pada Selasa (26/9). Hasil survei ini juga akan diresmikan pada sebuah acara media di London.

Berdasarkan hasil survei tersebut, ditemukan tujuh dari sepuluh responden percaya bahwa Inggris harus membatasi pengungsi dari Suriah dan Irak. Enam dari sepuluh responden merasa bahwa orang-orang Arab yang melakukan migrasi ke Inggris dan Eropa telah gagal berintegrasi dengan masyarakat Barat.

Di samping itu, sebanyak 72 persen responden juga menunjukkan terjadi peningkatan Islamofobia di Inggris. Tapi sebanyak 70 persen responden mengatakan, pernyataan anti-pengungsi dan lainnya berisiko memicu lebih banyak kejahatan kebencian di Inggris.

Dari jajak pendapat tersebut juga ditemukan, 53 persen responden percaya Inggris harus mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Sebagian besar orang Inggris tidak puas dengan kebijakan luar negeri Inggris di dunia Arab. Bahkan 57 persen responden mengatakan, Inggris tidak efektif dalam menegakkan hak asasi manusia dan mempromosikan keamanan global.

"Hasil jajak pendapat sangat mengesankan bahwa publik Inggris tidak puas dengan intervensi diplomatik Inggris di dunia Arab. Namun orang-orang Inggris juga kekurangan pengetahuan tentang dunia Arab," kata Kepala Editor Arab News, Faisal J. Abbas, dilansir dari Arab News, Selasa (26/9).

Sementara, Direktur CAABU, Chris Doyle mengatakan, kurangnya kesadaran di Inggris tentang dunia Arab harus menjadi perhatian. Mengingat betapa pentingnya hubungan dunia Arab dengan Inggris. Saling memahami lebih dibutuhkan saat ini, CAABU ingin mengatasi jurang pemisah ini agar kedepannya bisa saling memahami.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement