Kamis 05 Oct 2017 13:41 WIB

Aksi Lawan Radikalisme Hadirkan 4,5 juta Mahasiswa

Suasana Deklarasi Kebangsaan Melawan Radikalisme di Jakarta (Ilustrasi)
Foto: Dok BSI
Suasana Deklarasi Kebangsaan Melawan Radikalisme di Jakarta (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme digelar serentak di setiap provinsi se-Indonesia diikuti 4,5 juta mahasiswa di Tanah Air.

Panitia pengarah aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme Prof Dr H Zainal Abidin MAg mengemukakan, panitia menggelar kuliah akbar diikuti 4,5 juta mahasiswa sebagai rangkaian aksi melawan radikalisme. "Ya, salah satu kegiatan dalam aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme, yaitu kuliah akbar yang diikuti 4,5 juta mahasiswa," ujar dia di Jakarta, Kamis (5/10).

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah itu menjelaskan, kuliah akbar akan digelar serentak bersamaan aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme di setiap ibu kota provinsi se-Indonesia. "Diperkirakan kuliah akbar tersebut akan diikuti tidak kurang dari 4,5 juta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia yang tersebar di 34 provinsi dan 350 kabupaten dan kota," ujarnya.

Tokoh pembaharuan dalam Islam ini menguraikan aksi kebangsaan melawan radikalisme dihadiri lebih dari 3.000 pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia, di Nusa Dua Bali tanggal 25-26 September 2017. Dalam rapat plenonya, telah menyepakati secara bulat dan utuh materi deklarasi kebangsaan dan menyosialisasikannya di setiap wilayah.

Ketua MUI Kota Palu itu menyebutkan, bentuk atau instrumen sosialisasinya yakni dilakukan dalam bentuk kuliah akbar aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme yang akan dilakukan secara serentak se-Indonesia pada tanggal 28 Oktober 2017.

Lebih lanjut, deklarator aksi kebangsaan di Nusa Dua Bali ini mengatakan, bahwa panitia pengarah dan panitia pelaksana sedang bertemu untuk membahas dan menuntaskan segala persiapan pelaksanaan aksi kebangsaan lanjutan tersebut.

Aksi kebangsaan tersebut merupakan komitmen yang berlanjut setelah deklarasi lawan radikalisme di Nusa Dua Bali yang dihadiri Presiden Joko Widodo, dengan Prof Dr H Zainal Abidin MAg sebagai pembaca naskah deklarasi. Sebelumnya, tercatat kurang lebih 4.000 perguruan tinggi di Indonesia menyatukan komitmen dengan menggelar deklarasi lawan radikalisme di Provinsi Bali beberapa pekan kemarin.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement