Ahad , 24 September 2017, 19:18 WIB

Munas Alim Ulama Diharapkan Lahirkan Kebangkitan Umat

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agus Yulianto
Republika/Agung Supriyanto
Ketua Umum Ikadi KH Ahmad Satori Ismail.
Ketua Umum Ikadi KH Ahmad Satori Ismail.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) pada November 2017. Menurut pandangan Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), KH Ahmad Satori Ismail, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan alim ulama. Di antaranya persoalan perpecahan umat, ekonomi umat, dan kemaksiatan.

Satori mengatakan, pertemuan-pertemuan ulama seperti Munas Alim Ulama, dalam skala nasional maupun Internasional memang diperlukan. Asalkan jelas tujuan dan sasarannya. Juga jelas tahapan mencapai tujuan dan tindak lanjutnya setelah pertemuan.

"Pertemuan itu (Munas Alim Ulama) menurut saya bagus, mudah-mudahan dari pertemuan itu memunculkan ide-ide baru untuk kebangkitan umat, berkaitan dengan tahun baru Hijriyah," kata Satori kepada Republika.co.id, Ahad (24/9).

Mengenai apa yang sebaiknya dimusyawarahkan para ulama, dia menerangkan, saat ini umat Islam menghadapi berbagai macam penyakit, kelemahan dan tantangan. Sebaiknya penyakit, kelemahan dan tantangan umat Islam saat ini dianalisis, kemudian bersama-sama mencari solusinya.

Menurut Satori, tantangan umat Islam yang paling berat saat ini adalah menuju persatuan (ukhuwah). Karena umat Islam tengah menghadapi masalah perpecahan antar umat. Termasuk perpecahan antar suku dan lain sebagainya di Indonesia.

"Ini harus serius ditanggulangi. Adanya kerusakan di atas muka bumi disebabkan karena umat Islam tidak memiliki posisi yang kuat. Kalau umat Islam memiliki posisi yang kuat, yang lainnya tidak akan banyak berkutik karena keadilan sudah sangat jelas," ujarnya.

Selain persoalan perpecahan, menurutnya, ekonomi umat juga perlu dibangkitkan jadi perlu juga dibahas. Sebab, kalau tidak ada logistik, logika tidak akan jalan. Jika umat Islam ingin bangkit, maka perekonomian umat juga harus kuat. Umat Islam di Indonesia menjadi mayoritas. Kalau jaringan dan ekonomi umat kuat, tentu akan bisa mengayomi yang lain.

Satori menambahkan, persoalan kemaksiatan juga sebaiknya menjadi perhatian para alim ulama dan umat Islam. Di negeri yang mayoritas Muslim ini kenapa kemaksiatan bisa hidup. Artinya banyak umat Islam yang mungkin terjerumus dalam kemaksiatan.

"Sehingga tempat-tempat maksiat itu masih ada, kalau umat Islam ini bertakwa, saya yakin tempat kemaksiatan menjadi bangkrut," ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini umat Islam juga nampak sudah terlalu cinta kepada dunia secara tidak wajar. Jadi, perpecahan umat, ekonomi umat, kemaksiatan dan cinta dunia adalah tantangan serta masalah yang cukup berat dihadapi umat Islam saat ini.

"Bagaimana peran ulama, keluarga, pendidik, ormas dan peran pemerintah juga harus bersama-sama bergerak. Sehingga mewujudkan bangsa Indonesia yang adil dan makmur," ujarnya.

TAG

Berita Terkait