Ahad , 24 September 2017, 16:20 WIB

Ditanya tentang Film PKI, Menag: Kedepankan Masa Depan

Red: Agus Yulianto
Ist
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, film tentang PKI (G 30 S PKI) yang akhir-akhir ini marak dan menjadi perbincangan hangat di Tanah Air, jangan sampai menghabiskan energi dan meninabobokan masyarakat. Ini karena, film PKI, dengan segala situasi dan kondisinya, melahirkan banyak tafsir di masyarakat.

"Kita menilainya dengan berbagai sudut pandang. PKI adalah fakta masa lalu yang tidak perlu kita ingkari. Silahkan ditonton, biarkan masyarakat menilai dan mendapatkan kearifan,” ujar Lukman saat ditanya awak media tentang maraknya pemberitaan tentang pemutaran kembali film G 30 S/PKI yang sejak era Reformasi dihentikan penayangannya, di sela-sela Pembukaan Sarasehan Penanggulangan Radikalisme dan Intoleransi melalui Bahasa Agama di Yogyakarta, Sabtu (23/9).

Meski demikian, lanjut Lukman, jangan sampai masyarakat terjebak pada masa lalu. Jangan sampai masalah ini malah menyandera, sehingga semuanya sibuk dan menghabiskan energi untuk hal masa lalu. “Mari kedepankan masa depan. Kita harus lebih memikirkan masa depan anak-anak bangsa, jangan sampai lupa sejarah kita, tapi utamakan masa depan," saran Menag.

Soal intoleransi, Menag berharap, masyarakat untuk lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan. Meyakini bahwa pandangan kita adalah benar, itu boleh. Namun, kata Menag, di luar bisa jadi ada orang yang memiliki pandangan berbeda dan mereka meyakini juga kalau pendapatnya yang benar.

“Jadi, mari kita saling menjaga. Masyarakat kita adalah masyarakat yang majemuk dan beragam. Jangan sampai kita terjerumus ke dalam praktek ekstrem dan intoleran," tandasnya.

Sumber : kemenag.go.id
TAG

Berita Terkait