Kamis , 21 September 2017, 10:46 WIB

Tahun Baru Islam di Pasaman Barat Meriah

Red: Andi Nur Aminah
Iman Firmansyah
Pawai Obor. Anak-anak mengikuti pawai obor dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1439 H di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (20/09). Tanggal 21 September menjadi awal tahun bagi penanggalan kalender 1439 Hijriah.
Pawai Obor. Anak-anak mengikuti pawai obor dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1439 H di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (20/09). Tanggal 21 September menjadi awal tahun bagi penanggalan kalender 1439 Hijriah.

REPUBLIKA.CO.ID, SIMPANG EMPAT -- Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat (Sumbar), dimeriahkan berbagai lomba Islami. Kegiatan itu di pusatkan di Kecamatan Ranah Batahan yang dimulai sejak 19 hingga 26 September 2017. "Mudah-mudahan dengan ini kita bisa berubah ke arah yang lebih baik," kata Bupati Pasaman Barat, Syahiran di Simpang Empat, Kamis (21/9).

Pada Pekan Muharram 2017, digelar Lomba-Lomba bidang keagamaan dan seni Islami. Seperti busana Muslim, bintang kasidah, kasidah rebana, dakwah, bacaan ayat pendek, bacaan shalat, terjemahan Alquran dan lainnya.

Lomba digelar antar jorong (lurah), TPA/MDA, dan instansi yang akan diikuti berbagai kecamatan di Pasaman Barat.
Menurutnya Tahun Baru Islam membawa pesan perubahan bagi umat Islam. Karena dengan bertambahnya tahun akan berkurangnya umur dan diharapkan bertambahnya amal kebaikan.

Pekan Muharram mulai digelar sejak 2005 dan sudah merupakan ajang tahunan dan menjadi kalender tetap daerah itu.
Ketua Panitia, Hasurungan berharap kegiatan Pekan Muharram 2017 ini dapat berjalan dengan sukses dan lancar serta lebih meriah dan semarak dibanding tahun sebelumnya.

Dengan pekan Muharram ini, digarapkan semarak syiar Islam di Pasaman Barat ini semakin menggema dan dapat bermakna positif dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Kegiatan pekan Muharram 2017, diharapkan akan mampu membawa perubahan yang berarti sesuai prinsip Islam. "Hari ini harus lebih baik dari hari sebelumnya, hari besok harus lebih baik dari hari ini. Jika sebaliknya, maka mereka adalah orang yang merugi," katanya.


Sumber : Antara