Rabu , 20 September 2017, 20:57 WIB

ICMI Bangga dan Ucapkan Selamat pada Presiden Halimah Yacob

Red: Agus Yulianto
AP / Wong Maye-E
Halimah Yacob dan suaminya Mohammad Abdullah Alhabshee
Halimah Yacob dan suaminya Mohammad Abdullah Alhabshee

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menyampaikan ucapan selamat dengan terpilihnya Presiden Singapura Halimah Yacob yang dirasa sebagai sosok tepat untuk masa kini. Terpilihnya Halimah Yacob dianggap menjadi catatan sejarah karena merupakan Presiden perempuan pertama Singapura dan berasal dari etnis Melayu sehingga menunjukkan keberagaman warga di sana.

Sekretaris Jenderal ICMI DR Mohammad Jafar Hafsah mengungkapkan, Halimah Yacob adalah seorang tokoh intelektual. Halimah Yacob pernah mengenyam pendidikan di Singapore Chinese Girls’ School dan Tanjong Katong Girls’ School, sebelum melanjutkan ke University of Singapore guna menyelesaikan gelar LLB (Bachelor Legum Of Law) tahun 1978.

"Halimah adalah manusia pejuang, pekerja tangguh dari golongan kebanyakan. Sejak kecil sudah merasakan bagaimana berjuang untuk bertahan hidup. Kemudian sudah ditinggal ayah dan harus membantu ibunya mencari nafkah demi kehidupan sehari–hari," tutur Jafar, Rabu (20/9).

Pada tahun 2001, Halimah Yacob menyelesaikan gelar LLM (The Master of Laws) di National University of Singapore dan mendapat gelar Doktor Kehormatan dari National University of Singapore tanggal 7 Juli 2016.

Jafar meyakini, Halimah Yacob mampu menjadi katalisator, mengayomi antar suku etnis, memediasi kerukunan beragama dan membawa Singapura lebih dekat untuk bersinergi dengan Indonesia. Kata dia, banyak hal yang sebetulnya tidaklah mengherankan dari sosok Halimah Yacob. Sebelumnya, pada 14 Januari 2013, Halimah Yacob dipilih Perdana Menteri Lee Hsien Loong untuk menjadi Ketua Parlemen.

Jafar menyebutkan, pelantikan tersebut membuat Halimah menjadi Ketua Parlemen perempuan pertama di Singapura. Lalu kini setelah menjadi Presiden, ujar Jafar, Halimah Yacob tetap ingin tinggal di rumah susun milik pemerintah di Yishun.

Jafar mengatakan, pendidikan formal yang tinggi serta cukupnya pengalaman dari Halimah Yacob akan dapat memimpin Singapura serta membawa kejayaan sehingga rakyatnya sejahtera, adil dan makmur.

ICMI menilai, terpilihnya Halimah Yacob sebagai seorang pemimpin dari unsur Melayu mencerminkan pluralitas masyarakat di Singapura. Segenap bangsa Melayu di Asia Tenggara diharapkan memberikan apresiasi dan dukungan untuk pemerintahan Halimah Yacob.

Politisi Melayu dan muslimah ini lahir 23 Agustus 1954. Tanggal 7 Agustus 2017, Halimah Yacob mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Parlemen dan anggota PAP karena menjadi kandidat untuk pemilihan Presiden Singapura tahun 2017. “Sekali lagi selamat kepada Presiden Halimah Yacob. Allah senantiasa memberkahi,” tutur Jafar