Kamis , 14 September 2017, 14:14 WIB

SMAN 1 Jepara Gelar Pengembangan Karakter Berbasis Tasawuf

Red: Agung Sasongko
Istimewa
Sarasehan Remaja Masjid, Pengembangan Karakter Berbasis Tasawuf di SMA 1 Jepara, Jawa Tengah.
Sarasehan Remaja Masjid, Pengembangan Karakter Berbasis Tasawuf di SMA 1 Jepara, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, JEPARA -- SMAN 1 Jepara pagi ini (14/9) menggelar Sarasehan Remaja Masjid, Pengembangan Karakter Berbasis Tasawuf. Kegiatan yang dihelat di ruang multimedia ini diikuti sekitar 100 guru dan siswa.

Kepala Sekolah SMAN 1 Jepara, Udik Agus Dwi Wahyudi, M.Pd mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Kyai Wahfiudin. "Alhamdulillah Pak Kyai berkenan singgah di sekolah kami untuk memberikan pembekalan kepada guru dan siswa," ujar ia saat menyampaikan kata sambutan, dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id.

Kiai Wahfiudin memulai paparan dengan memberikan kuis "Mengenal Diri Menggapai Ilahi." Siswa sangat menikmati karena kuis menggunakan handphone dan internet.

Selanjutnya Pengurus LD PBNU ini menyampaikan kajian tentang ghalaf (sikap acuh). "Sikap tidak mau berfikir, mengamati dan menyimak dengan baik bisa membuat kerugian bagi lingkungan kita." ujarnya.

Untuk terhindar dari sikap ghaflah, Kiai Wahfiudin menjelaskan pentingnya kita mengenal diri. "Hakikat diri kita adalah diri yang berwujud ruh. Bersumber dari Allah dan dihadirkan dimuka bumi untuk menjadi wakil-Nya mengelola bumi."

Wakil talqin TQN PP Suryalaya ini juga menegaskan jika di dalam ruh ada qalbu dengan pusatnya ruh. Dan di dalam ruh ada kesadaran, perasaan, iman, kecerdasan dan iradah.

Puji Rahayu, Ketua Program Pengembangan SMA Rujukan SMAN 1 Jepara Tahun 2017 menjelaskan bahwa kegiatan sarasehan ini merupakan bagian dari kegiatan pembinaan kerakter di sekolah, disamping banyak kegiatan lainnya. "Salah satu terapannya adalah penyelenggaraan bakti sosial yang dilakukan oleh OSIS untuk sekolah dasar di sekitar," ujarnya.